Paspor Singapura dan Jepang Punya Akses Paling Luas di Seluruh Dunia, Indonesia Jauh di Belakang

"Pemilik paspor Singapura punya akses bebas visa ke 180 negara, begitupun dengan paspor Jepang," kata Dominic Volek.

Paspor Singapura dan Jepang Punya Akses Paling Luas di Seluruh Dunia, Indonesia Jauh di Belakang
AFP PHOTO
Paspor Jepang 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Henley & Partners, lembaga pemeringkat internasional di bidang travel, kembali mengeluarkan Henley Passport Index pada Rabu (28/2/2018).

Henley Passport Index menampilkan negara-negara mana saja yang memiliki akses paspor paling luas dan perkembangan tiap negara dalam hal mendapatkan akses bebas visa ke negara lain di seluruh dunia.

Melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Kamis (1/3/2018), tertera bahwa Singapura dan Jepang menjadi negara dengan peringkat pertama dalam Henley Passport Index 2018.

Baca: Paspor Negara Mana Paling Powerful di Dunia? Ternyata Tetangga Kita. Bagaimana dengan Indonesia?

Peringkat ini diraih untuk cakupan global maupun regional di Asia Tenggara untuk Singapura.

"Pemilik paspor Singapura punya akses bebas visa ke 180 negara, begitupun dengan paspor Jepang," kata Managing Partner of Henley & Partners Singapore and Head of Southeast Asia, Dominic Volek.

Kekuatan paspor Singapura bahkan telah menyalip paspor Jerman yang hanya punya akses bebas visa ke 179 negara.

Jerman kini menduduki peringkat kedua secara global dalam Henley Passport Index 2018, disusul dengan paspor Perancis, Italia, Spanyol, Denmark, Finlandia, Swedia, dan Korea Selatan di peringkat ketiga.

Untuk kawasan Asia Tenggara, paspor Malaysia menduduki peringkat kedua setelah Singapura, dengan raihan akses bebas visa ke 169 negara.

Paspor Malaysia secara global menempati peringkat ke-11. Kemudian di peringkat ketiga ada paspor Brunei Darussalam, disusul oleh Timor Leste di peringkat keempat, Thailand di peringkat kelima, Indonesia peringkat keenam, Filipina peringkat ketujuh, Kamboja dan Vietnam di peringkat kedelapan, Laos di peringkat kesembilan, serta Myanmar di peringkat kesepuluh.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help