Pengusaha Malaysia Kecam Kapal Pesiarnya Seharga Rp 3,5 Triliun Ditahan Polri di Bali

Dalam pernyataan tertulis ke berbagai media, pengusaha Malaysia Low Taek Jho mengecam penyitaan kapal itu.

Pengusaha Malaysia Kecam Kapal Pesiarnya Seharga Rp 3,5 Triliun Ditahan Polri di Bali
Tribun Bali
Kapal pesiar Equanimity yang ditahan Mabes Polri perairan Tanjung Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018). 

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA- Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan warga Indonesia terkait kapal pesiar mewah senilai 250 juta dolar AS atau setara Rp 3,5 triliun.

Kapal itu disita oleh tim dari Bareskrim Mabes Polri di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali.

Kapal itu dicurigai bagian dari pencucian uang di Amerika Serikat, terkait skandal

Baca: Polri Tangkap Kapal Mewah Rp 3,5 Triliun di Bali. Diduga Hasil Pencucian Uang Korupsi di Malaysia

Baca: Seniman Terkemuka Malaysia Dipenjara Sebulan dan Denda Rp 105 Juta Gegara Bikin Karikatur Najib

yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia, M Nadjib.

Penyitaan kapal bernama Equanimity dengan panjang 100 meter tersebut dilakukan Polri bekerja sama dengan dinas investigasi federal AS, FBI, didampingi tim dari Pengadilan Negeri Denpasar, seperti dilaporkan oleh wartawan di Bali, Raiza Andini.

"Dari Amerika, FBI meminta bantuan kita untuk dilakukan penyitaan kapal mewah itu, dan sudah kami tangkap di wilayah Bali," paparnya ketika dikonfirmasi BBC, Kamis 1 Maret 2018.

Kapal itu tiba di Perairan Indonesia melalui Thailand pada bulan November 2017 silam.

Setyo Wasisto menambahkan bahwa kendati penyitaan kapal dilakukan di Bali, polisi Indonesia tidak melakukan penangkapan untuk kasus pencucian uang, hanya melakukan pemeriksaan terhadap para awak kapal.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help