Walau Dilarang Sejak 2015, TKI Tetap Dikirim ke Suriah yang Sedang Perang. Begini Modusnya

Meskipun pengiriman tenaga kerja sektor informal ke Timteng, secara resmi dihentikan tahun 2015 lalu, faktanya masih banyak yang masuk.

Walau Dilarang Sejak 2015, TKI Tetap Dikirim ke Suriah yang Sedang Perang. Begini Modusnya
KBRI DAMASKUS
Pemerintah Indonesia, melalaui KBRI Damaskus telah memulangkan 296 kelompok TKI dari Suriah sejak Februari 2012, termasuk pemulangan pada tahun 2017 ini. 

TRIBUNBATAM.id- Meskipun pengiriman tenaga kerja sektor informal dari Indonesia ke Timur Tengah, termasuk Suriah, secara resmi dihentikan tahun 2015 lalu, faktanya masih banyak tenaga kerja baru yang masuk ke sana.

Di Suriah yang kini dilanda perang selama beberapa tahun terakhir, diperkirakan terdapat sekitar 2.000 tenaga kerja Indonesia (TKI).

Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan ilegal pula.

"Data yang dilaporkan ke pusat sekitar 2.000 orang, tapi lagi-lagi banyak sekali pekerja migran yang unprocedural (ilegal). Seharusnya sudah harus berhenti pengiriman tenaga migran ke Timur Tengah," kata Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Damaskus, Miranda Ekawaty Mukhlis, seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari CNN Indonesia.

"Nah ini saya heran, masih terus berdatangan. Akhirnya membuat sulit kami semua di sini karena tidak terdata."

Baca: Istri TKI Selingkuh dengan Pria Lajang, Berakhir dengan Denda 60 Sak Semen

Baca: TKI Asal Medan Tewas Dianiaya di Malaysia, Sebulan Dipaksa Tidur Bersama Anjing di Luar Rumah

Keheranan Miranda Ekawaty Mukhlis beralasan sebab setelah pecah perang di Suriah tahun 2011, pemerintah Indonesia menyatakan pintu penempatan tenaga kerja domestik ke negara itu ditutup.

Kebijakan itu lantas diperkuat dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI di 19 negara Timur Tengah, termasuk Suriah.

Faktanya, sebagaimana dikatakan oleh Miranda Ekawaty Mukhlis yang merangkap sebagai Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler II KBRI Damaskus, setiap bulan pihaknya menampung puluhan tenaga kerja ilegal baru yang memerlukan pertolongan.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved