2020 Batam Terancam Kekeringan, Ini yang Harus Dilakukan untuk Mengantisipasinya

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk Kota Batam menjadi salah satu momok yang dihadapi Pemprov Kepulauan Riau.

2020 Batam Terancam Kekeringan, Ini yang Harus Dilakukan untuk Mengantisipasinya
tribun batam
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau langsung pengerjaan proyek waduk Sei Gong di Desa Sijantung Pulau Galang, Batam, Kepri, Jumat (2/3/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pesatnya laju pertumbuhan penduduk Kota Batam menjadi salah satu momok yang dihadapi Pemprov Kepulauan Riau.

Bagaimana tidak, masyarakat di kota terbesar di Kepri tersebut terancam kekeringan lantaran kebutuhan sumber air baku mereka di atas pasokan yang ada.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlah penduduk Kota Batam pada 2016 lalu mencapai 1,2 juta jiwa.

Angka tersebut meningkat pesat bila dibandingkan tahun 2010 yang hanya 944.000 jiwa.

Baca: Menteri PUPR: Bendungan Sei Gong Untuk Antisipasi Kekeringan Air di Batam Tahun 2020

Baca: Menteri PURR Basuki Minta Proyek Waduk Sei Gong di Galang Batam Selesai Agustus Tahun Ini

Sementara, kebutuhan air baku saat ini mencapai 3.250 liter per detik.

Tujuh waduk dan satu embung yang ada, baru mampu memasok sekitar 2.800 liter.

Adapun angka kebutuhan itu diprediksi meningkat hingga 4.500 liter per detik pada 2020 mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan air baku masyarakat yaitu keterbatasan jumlah sungai yang ada.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved