WARGANET Paris Berang Gegara Seorang Wanita Hamil Didenda Rp 1 Juta Saat Berjalan Lawan Arah

Tiket denda itu diberikan ketika dia berupaya untuk memperpendek perjalanannya dengan berjalan berlawanan dengan sistem satu arah di Concorde.

WARGANET Paris Berang Gegara Seorang Wanita Hamil Didenda Rp 1 Juta Saat Berjalan Lawan Arah
AFP
Operator RATP Paris metro mempertahankan denda tersebut. 

TRIBUNBATAM.id- Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan kemarahan setelah seorang perempuan Prancis yang tengah hamil didenda 60 Poundsterling sekitar Rp 1 juta karena berjalan melawan arah di sebuah stasiun Paris Metro.

Tiket denda itu diberikan ketika dia berupaya untuk memperpendek perjalanannya dengan berjalan berlawanan dengan sistem satu arah di Concorde.

Operator kereta metro Paris RATP mengatakan sistem tersebut dibutuhkan untuk mengatur arus penumpang dan mencegah "insiden".

Pasangan perempuan itu mengunggah foto tiket denda di media sosial, dengan mengatakan "Bravo untuk kegaduhan ini."

Unggahannya itu kemudian membuat sejumlah orang pengguna transportasi tersebut mengeluhkan bahwa mereka juga menjadi sasaran petugas pada hari yang sama.

Salah satunya, Lucile, yang mengatakan pada situs Le Figaro, dia mengira petunjuk yang ada di sana hanya untuk memastikan para pengguna tidak tersesat di koridor tersebut.

"Saya bukan satu-satunya orang di koridor ketika mereka menghentikan saya. Ini tidak dapat diterima. Kami membayar Rp 1,2 juta (75 Poundsterling) setiap bulan untuk layanan yang tidak selalu berjalan, dengan koridor dan kereta yang kumuh."

RATP mengatakan tiket denda untuk para pelanggar itu "jarang terjadi" dan tergantung pada individu petugas.

"Koridor tertentu hanya dapat digunakan untuk satu arah untuk memfasilitasi arus penumpang dan terutama untuk menghindari kecelakaan," kata dia.

Michel Babut, dari kelompok penumpang FNAUT, mengatakan denda itu merupakan "penyimpangan" dan peraturan tersebut harus dirombak.

Salah satu pengguna Twitter menekankan bahwa denda yang harus dibayar lebih besar dibandingkan jika penumpang tidak memiliki tiket.

Pengguna lainnya menyebutkan alih-alih mendenda orang yang berjalna melawan arah, petugas harusnya mendenda orang karena berdiri di sebelah kiri eskalator.

Sementara pengguna media sosial dalam tautan di bawah menyebutkan negara ini telah membuatnya malu.

(bbc indonesia)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved