Aturan Pajak yang Baru Bikin Resah Pengusaha, Terutama yang Punya Bisnis Sampingan

Pemerintah tak mau lagi main-main dengan pengusaha nakal yang melaporkan omset dan kewajiban pajak tidak sesuai dengan kenyataannya.

Aturan Pajak yang Baru Bikin Resah Pengusaha, Terutama yang Punya Bisnis Sampingan
Kontan
Suasana pelayanan di kantor pajak 

TRIBUNBATAM.ID,  JAKARTA - Pemerintah tak mau lagi main-main dengan pengusaha nakal yang melaporkan omset dan kewajiban pajak tidak sesuai dengan kenyataannya.

Apalagi, ketentuan yang menyebutkan bahwa wajib pajak menghitung sendiri kewajiban pajaknya, sering disalahgunakan dengan cara-cara yang tidak benar.

Ukuran omset dan pendapatan bruto perusahaan memang ditentukan dari faktur, kuitansi dan arus transaksi di sebuah perusahaan.

Namun tidak sedikit pengusaha nakal yang menjual barangnya dengan cara-cara tidak benar. Misalnya, menjual barang tanpa faktur dan kuitansi atau menitipkan barang jualan kepada pihak lain.

Cara-cara ini kierap terlihat dari usaha-usaha yang memiliki bisnis sampingan di tingkat eceran.

Misalnya, pengusaha elektronik menjual produk rumah tangga lain, namun tidak dilaporkan sebagai omset karena hanya titipan dari distributor tertentu.

Nah, hal inilah yang kemudian dibidik oleh kementerian Keuangan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.15/PMK.03/2018.

Beleid itu tentang "Cara Lain Penghitungan Peredaran Bruto" yang memberikan kewenangan kepada petugas pajak atau fiskus untuk menentukan omset wajib pajak.

Ada delapan metode yang akan digunakan fiskus dalam memeriksa omset wajib pajak, termasuk memeriksa transaksi keuangannya serta arus barang terkait.

Baca: Petugas Pajak Berhak Tentukan Omset Wajib Pajak Nakal. Ini 8 Jurus Menghitungnya

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved