17 Ribu Butir Ekstasi yang Diselundupkan ke Jakarta Diambil di Bawah Tempat Tidur Hotel

Barang tersebut diletakkan Orlando di hotel Comfort Tanjungpinang. Ia hanya mendapatkan petunjuk bahwa barang itu diletakkan dibawah tempat tidur.

17 Ribu Butir Ekstasi yang Diselundupkan ke Jakarta Diambil di Bawah Tempat Tidur Hotel
Terdakwa kasus penyelundupan ekstasi dari Tanjungpinang ke Jakarta saat persidangan, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG- Kasus tangkapan 17 ribu butir ekstasi kembali disidangkan ke pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Kali ini giliran terdakwa Riza mendengarkan kesaksian dari saksi Arman dan Roby yang juga terdakwa dan disidangkan terpisah.

Dalam pengakuanya, Arman dan Roby mengaku disuruh Orlando (DPO) untuk mengantarkan barang tersebut ke Jakarta.

Barang tersebut diletakkan Orlando di hotel Comfort. Ia hanya mendapatkan petunjuk bahwa barang itu diletakkan dibawah tempat tidur.

"Saya dapat dari Orlando. Tak pernah jumpa juga sebelumnya. Hanya disuruh ambil di bawah tempat tidur," kata Arman memberikan kesaksian, Rabu (7/3/2018).

Begitu juga dengan Roby. Saksi ini mengaku mendapatkan upah sebanyak Rp 6 juta untuk membawa barang tersebut ke Jakarta.

Sementara pengakuan Arman, selain diiming-imingi upah tinggi sekali mengantarkan, ia juga sebelumnya pernah berhasil meloloskan‎ ekstasi ke Jakarta.

"Sebelumnya sempat lolos. Rp 18 juta dikasih. Ini katanya mau di kasih Rp 6 juta kalau bisa bawa itu ke sana," katanya.

Namun apes, ia tertangkap di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang saat hendak meloloskan barang tersebut.

Ketiganya masing-masing diamankan dengan barang bukti terpisah.

Setelah penangkapan di bandara, petugas langsung mengembangkan dan penangkapan lain dilakukan di Hotel Pelangi Tanjungpinang.

Eduart Sihaloho ketua majelis hakim akan melanjutkan sidang tersebut pada pekan depan dengan agenda saksi-saksi dari tersangka lainya.

Total tersangka dalam kasus ini sebanyak 6 orang yang berasal dari Kendari. 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help