Awalnya Ingin Tahu Stok Beras di Gudang Bulog, Ternyata Anggota DPRD Batam Temukan Fakta Lain

Semula anggota dewan ini sidak karena ingin tahu ketersediaan beras di Gudang Bulog, menyusul masih tingginya harga. Namun mereka temukan fakta lain.

Awalnya Ingin Tahu Stok Beras di Gudang Bulog, Ternyata Anggota DPRD Batam Temukan Fakta Lain
tribun batam
Komisi II DPRD Kota Batam sidak ke gudang Bulog di Batuampar, Batam, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNNEWS.BATAM.id, BATAM- Sedikitnya ada 800 ton beras Bulog dalam kemasan, masuk kategori turun mutu.

Itu berdasarkan hasil temuan Komisi II DPRD Kota Batam saat menggelar sidak ke Gudang Bulog, di Batuampar, Rabu (7/3) siang.

Semula tujuan anggota dewan ini sidak karena ingin tahu ketersediaan beras di Gudang Bulog, menyusul masih tingginya harga jual beras di pasaran. Namun mereka menemukan fakta lainnya.

Kondisi beras asal Jawa Tengah ini terlihat rapuh, dan berdebu. Ada juga muncul kutu beras di antara butirannya.

Beras itu sudah mengendap lama di dalam gudang, kemungkinan karena sepi peminat.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, saat masuk ke dalam gudang, terlihat ada kertas bertuliskan Jateng 2016, dan informasi turun mutu di antara karung beras yang menumpuk di situ.

"Kenapa ditulis turun mutu, karena kondisinya berdebu. Ini distribusi tahun 2016. Tapi beras itu masih layak konsumsi. Kita pernah disurvei lembaga independent, dan beras ini dinyatakan masih layak konsumsi," kata Kepala Gudang Bulog, Sufanto. (*)

Baca berita lengkapnya di edisi Harian Tribun Batam, Kamis (8/3/2018).

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved