Banyak Pihak Usul Agar Pecahan 100 Dolar Australia Ditiadakan, Apa Sebab dan Dampaknya?

Beberapa kalangan di Australia termasuk partai oposisi Partai Buruh mendukung penghapusan pecahan 100 dolar Australia.

Banyak Pihak Usul Agar Pecahan 100 Dolar Australia Ditiadakan, Apa Sebab dan Dampaknya?
AAP/Dan Peled
Pecahan 100 dolar Australia sering digunakan oleh kelompok kriminal untuk disimpan. 

TRIBUNBATAM.id, CANBERRA - Beberapa kalangan di Australia termasuk partai oposisi Partai Buruh mendukung penghapusan pecahan 100 dolar Australia karena lembaran banyak disimpan oleh kelompok kriminal.

Menteri Keuangan Bayangan Australia Andrew Leigh dari Partai Buruh mengatakan, pecahan 100 dolar Australia banyak juga disimpan di luar negeri oleh para anggota kelompok kejahatan.

"Kita memang sudah mengetahui bahwa pecahan uang kertas 100 dolar dan juga 50 dolar paling disenangi oleh geng narkoba dan pedagang manusia," katanya.

Bank Sentral Australia mencatatkan, ada sekitar 75 miliar dolar Australia atau Rp 806,1 triliun dalam bentuk uang tunai yang beredar di masyarakat.

Setengah dari uang beredar tersebut berbentuk pecahan 100 dolar Australia.

Baca: Kardinal Australia sekaligus Pejabat Tertinggi ke-3 Vatikan Hadapi Tuduhan Kasus Kejahatan Seksual

Baca: Tahun Ini, Pemilik Hanggar Terbesar Dunia GMF Bangun Hanggar di Batam, Timteng dan Australia

Pendapat Leigh ini juga disetujui oleh ekonom dari Universitas New South Wales, Richard Holden.

"Pecahan uang itu digunakan sebagai alat untuk mengemplang pajak, dan juga menjadi alat kegiatan ilegal," ucap Holden.

"Salah satu alasan utama orang memegang pecahan 100 dolar adalah untuk menyembunyikannya dari aparat pajak," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help