Gegara Kasus Rohingya, Satu Lagi Penghargaan Internasional Aung San Suu Kyi Dicabut

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dilaporkan kembali menerima pemberitahuan pencabutan penghargaan yang diraihnya.

Gegara Kasus Rohingya, Satu Lagi Penghargaan Internasional Aung San Suu Kyi Dicabut
AFP/YE AUNG THU
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017. 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON DC - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dilaporkan kembali menerima pemberitahuan pencabutan penghargaan yang diraihnya.

Institusi yang mencabut gelar Suu Kyi adalah Museum Holocaust di Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan AFP Kamis (8/3/2018).

Penghargaan Elie Wiesel, yang diberi nama dari korban selamat Holocaust Eli Wieser, diberikan kepada Suu Kyi pada 2012.

Saat itu, Suu Kyi dianggap menunjukkan kepemimpinan dan pengorbanan luar biasa dalam menentang tirani junta militer yang mengekang kebebasan rakyat Myanmar.

Dalam pernyataan resmi, Museum Holocaust memutuskan menarik penghargaan setelah militer melakukan operasi militer ke Rakhine pada 25 Agustus 2017.

Baca: TERUNGKAP di Pengadilan, Saat di RS, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus Anak-Anak

Baca: Dikira Kailnya Sangkut di Batang Pohon, Ternyata Benjamin Dapat Ikan Raksasa Ini

Akibatnya, sekitar 700.000 orang dari etnis Rohingya melarikan diri ke kamp pengungsian Kutupalong yang terletak di Distrik Cox's Bazaar.

Dalam suratnya, Museum Holocaust berharap Suu Kyi bakal menggunakan wewenangnya guna mencegah "pembersihan etnis" Rohingya.

Namun, Suu Kyi dianggap memberikan respon lemah terhadap krisis yang tengah terjadi kepada masyarakat Rohingya.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help