TribunBatam/

Pagi Ini Sidang Pra-Peradilan Yohanes Terhadap BC dan Pol Air Digelar di PN Batam

Praperadilan diajukan Yohanes karena keberatan dengan penyitaan barang campuran yang akan digunakan untuk berdagang

Pagi Ini Sidang Pra-Peradilan Yohanes Terhadap BC dan Pol Air Digelar di PN Batam
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Kuasa hukum Yohannes, Anang Yuliardi di PN Batam, Jumat (9/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari ini gugatan praperadilan yang diajukan Yohanes atas tindakan penyitaan barang campuran yang dilakukan Pol Air dan Bea Cukai digelar di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (9/3/2018).

Praperadilan diajukan Yohanes karena keberatan dengan penyitaan barang campuran yang akan digunakan untuk berdagang.

Surat Risalah Panggilan pertama diberikan pihak pengadilan pada Kamis (8/3/2019).

Baca: Pak Gubernur, Tanpa Pasangan itu Berat! Biar Kami Saja

Baca: HT dan CT. Dua Orang Terkaya Paling Muda di Indonesia Tahun Ini. Segini Jumlah Kekayaannya

Baca: Liga 1 Musim 2018 Resmi Bergulir Mulai 23 Maret. Ini Dia Daftar Klub dan Pemain Asingnya

"Di surat panggilan sih dipanggil pukul 09.00 WIB," ujar Kuasa Hukum Yohanes, Anang Yuliardi kepada Tribun.

Ia mengatakan semoga lawan (Bea Cukai dan Pol Air), yang ia harapkan bisa datang memenuhi undangan pengadilan ini. Agar persoalan bisa segera selesai dengan secepatnya.

"Semoga mereka datang on time. Atau memenuhi undangan kita," katanya.

Sebelumnya Yohannes Juko Suwarno melalui Penegak Hukumnya, Anang Yuliardi dan Agus Amri mempraperadilankan Polairud dan Bea Cukai (BC) Batam atas penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan kedua instansi tersebut.

"Dimana pada 19 Februari barang tersebut mulai ditumpuk dilahan kosong yang berada di Desa Sembulang Camping RT 002 RW 002 Kecamatan Galang Batam. Barangnya sebanyak 720 koli. Pol air datang sekitar jam 19.00 WIB bongkar dan periksa tanpa surat perintah dan tanpa izin oleh pemerintah setempat. Kemudian pukul 22.00 WIB barang tersebut diangkut ke Pol Air," ujar Anang kepada Tribun, Selasa (6/3/2018)

Anang mengakui barang tersebut dibeli oleh Yohanes senilai Rp 400 juta. Yang nantinya Yohanes akan menjual barang tersebut di Batam dan ada juga yang dijual diluar Batam.

"Ditumpuk dulu di tanah tersebut sambil menunggu pengurusan izin membawanya. Padahal barang tersebut merupakan barang campuran, seperti sendal, cutton bath, intinya barang sehari-hari. Bukan narkoba atau barang haram lainnya," katanya.(rus)

Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help