Viral di Medsos. Kisah Pilu Istri Ceritakan Suami Meninggal saat Masih Jadi Pengantin Baru

Sebuah kisah pilu yang dibagikan oleh akun Facebook bernama Dyah Putri Utami menjadi viral di media sosial

Viral di Medsos. Kisah Pilu Istri Ceritakan Suami Meninggal saat Masih Jadi Pengantin Baru
Kolase/TribunWow/Facebook/Dyah Putri Utami

Dengan berbagai pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kanker, hanya tumor jinak mediastinum yg ukurannya sudah berubah melewati pengecekan Ct Scan menjadi 15x15 cmn di bulan desember 2017, lalu dokter memutuskan untuk operasi segera krn pertumbuhan yg sangat cpt, namun sebelum operasi km sudah dirawat di rumah sakit krn mendadak stroke badan kanan selama 30 menit.

Kita hadapi semuanya hanya berdua dg prosedur rmh skt yg teramat berat, tp km dan ak semangat asal km sembuh, semangat km sangat tinggi, g prnh ngeluh dan selalu ceria
Selama km dalam perawatan, banyak perawat dan dokter yg mengenal kita, pasangan pengantin br yg honeymoon drmh skt, mrk sudah seperti klrga kta jdnya sampai menjadi bahan ledekan.

Tgl 25 Januari 2018 km mulai operasi dan berjalan lancar, namun setelah dokter memanggilku dan mengatakan bahwa sepertinya km terkena kanker stadium 4, terasa seperti petir yg mendadak menyambar hatiku ya Allah, ak hny bs menjerit nangis di depan dokter dan bbrapa klrga yg menunggu, kali ini ak tdk sendirian, ad klrga yg menegarkanku, ak hrs terlihat ceria sperti tdk terjadi apa2 ketika nnti km sadar dr obat bius di ICU, ak slalu brfikir positif sblm hasil lab keluar, namun stelah hasil lab keluar, jenis kanker km adl Gemscell (keturunan) krn pola hidupmu sehat (tdk sk saus, penyedap, tdk rokok, tdk alkohol dll).

Selama perawatan pasca operasi, dada km diberikan selang ke paru untuk dikeluarkan cairannya, setiap brdarah, ak selalu membersihkannya tnpa tkt darah, dan km pun sudah tdk bs berjalan sendiri, hrs dg kursi roda.

Akhirnya kta putuskan kos di belakang rmh skt agar mempermudah akses kontrol ke dokter, kos dg peralatan kursi roda dan gas oksigen disediakan, setiap kali ke rmh skt, km hrs dg kursi roda dan membawa kotakan yg dialiri darah dr parumu.

Dari bulan Desember 2017 sampai sehabis operasi, km batuk berdarah, ditambah darah yg sering keluar dr selang, setiap hr nya hrs ganti perban 3-4x, krn ak rasa ini sudah tdk wajar lg, setelah dikonsultasikan ke dokter, km mengalami infeksi, akhrnya drawat kembali awal februari 2018 selama seminggu, dilepaslah selang itu, ak melihat km bahagia bgt krn lepas dr selang.

Tapi setelah copot selang, km sering mengeluh sakit dada, sesak nafas bahkan tdr pun duduk di kosan, kadang ak temani duduk, dan km bs menyandar di dadaku sambil tdr, km ga bs tdr dalam posisi punggung menekan bantal dll, sudah 2-3x kita malam2 ke igd hnya ingin meredakan ksakitanmu dan km bs pulng lg untuk tdr drmh, km msih dg kursi rodamu, krn setiap berjalan kaki agak jauh, km sesak nafas.

Lalu km dirujuk untuk ke dokter Kemoterapi, stelah pemeriksaan dokter kemo dr hasil lab, km blm layak untuk kemo melihat leukosit tinggi krn infeksi, akhrnya rawat inaplah lg untuk perbaikan kondisi, harapanmu disini besar sembuh, sebentar lg di kemo, krn saat operasi kmrn tdk semua bs diangkat tumornya, tumor ini sangatlah ganas prtumbuhannya, yg terangkat 10x7cm, 6x3cm dan 7x7cm, yg tertinggal sekitar 12x12cm, pdhl desember 2017 masih 15x15cm.

Namun setelah dirujuk kemo, km malah berkecimbung pd obat penahan sakit yg semakin naik dosisnya krn tdk berefek membaik sktnya, terutama sesak nafasmu yg membuat km lebih sulit untuk kemoterapi, akhrnya dokter memutuskan untuk Sinar Radiasi agar mengecil tumornya.

Dokter jg memasang lg selang di paru krn terlihat putih seluruh paru kanan, menandakan banyaknya cairan paru, tp trnyata ketika pasang kembali tdk keluar cairan apapun, itu menandakan putih pd rontgen adl tumor semua, masyaallah cpt sekali.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved