PENTING! Masih Diperbolehkan Bawa Power Bank ke Pesawat asalkan Penuhi 11 Persyaratan Ini

Penggunaan perangkat elektronik dalam penerbangan diijinkan hanya dalam batas yang ditentukan dan memenuhi persyaratan berikut ini.

PENTING! Masih Diperbolehkan Bawa Power Bank ke Pesawat asalkan Penuhi 11 Persyaratan Ini
Stanly/Otomania
Vivan Jumper power bank 

TRIBUNBATAM.id- Akhir Februari lalu, penumpang maskapai penerbangan China Southern Airlines dari Guangzou ke Shanghai mesti menunda perjalanan karena powerbank yang dibawa seorang penumpang terbakar di bagasi kabin.

Penumpang yang membawa powerbank itu pun dimintai keterangan polisi atas insiden tersebut.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melarang penggunaan baterai lithium dalam penerbangan.

Penggunaan perangkat elektronik dalam penerbangan diijinkan hanya dalam batas yang ditentukan.

Demi keselamatan penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan nasional telah menerbitkan aturan baru membawa powerbank dan baterai lithium cadangan.

Baca: PowerBank Terbakar di Bagasi Kabin Pesawat Padahal Tidak Dipakai. Penerbangan Ditunda 3 Jam

Baca: Penyebab Kebakaran dalam Feri Singapura-Batam Ternyata Power Bank

Baca: Rekrutmen Pengemudi Go-Jek, Grab dan Uber Dihentikan, Begini Alasan Pemerintah

Surat Edaran Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada 9 Maret 2018 itu ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di wilayah Indonesia, maupun dari bandara- bandara di Indonesia.

“Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silahkan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan. Hal ini juga mulai diatur di berbagai negara maju dalam hal penerbangan yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/3/2018).

Aturan ini menjadi payung hukum bagi petugas regulator dan operator di bandara maupun saat penerbangan.

Petugas juga harus dilatih untuk menyampaikan informasi aturan baru tersebut pada penumpang.

Dengan begitu, pemeriksaan terhadap barang yang dibawa penumpang dapat dilakukan dengan simpatik.

Demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang, Agus meminta masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara untuk mengikuti dan mematuhi aturan tersebut.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan adalah tanggung jawab bersama semua pihak, baik regulator, operator maupun penumpang,” ujarnya.

Baca: Pesawat Jatuh dan Terbakar Saat Mendarat, 49 Orang Tewas. Pengakuan Korban Luka Bikin Merinding

Baca: Donald Trump tak Sudi Singapura Akuisisi Perusahaan Chip AS, Ada Alasan Keamanan di Baliknya

Penerapan aturan

Saat penumpang menjalani proses lapor diri (check in), petugas maskapai diwajibkan bertanya kepada setiap penumpang terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

Maskapai juga harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawatudara harus memenuhi beberapa ketentuan, yakni:

1. Powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

2. Maskapai wajib melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank selama penerbangan. 

3. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

4. Adapun peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (Watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh.

5. Sementara, peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 100 Wh, tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai.

6. Bila diperbolehkan, penumpang boleh membawa maksimal dua unit per penumpang.

7. Khusus peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya per jam tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

8. Jika tidak terdapat keterangan jumlah daya per jam peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan, maka Anda dapat menghitungnya sendiri.

9. Cara menghitung daya per jam (E) adalah dengan mengalikan jumlah tegangan atau voltase (V) dengan jumlah arus atau kapasitas (I). Rumus sederhana yang mudah diingat yakni E=VxI.

10. Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1.000. Contohnya, jika jumlah voltase 5V dan jumlah kapasitas 6.000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6.000 mAh dibagi 1.000. Maka hasil yang diperoleh adalah 6 Ah.

11. Untuk mendapatkan daya perjamnya, jumlah voltase 5V dikalikan dengan jumlah kapasitas 6Ah, hasilnya 30 Wh. Dengan hasil penghitungan itu, powerbank atau baterai lithium cadangan Anda masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Baca: BREAKINGNEWS. Pagi Ini Buruh Gelar Aksi dan Sudah Berkumpul di Simpang Tiga Muka Kuning

Baca: Ada Rencana Aksi Buruh. Personil Kepolisian Gabungan Berjaga-jaga di Kantor Disnaker Kota Batam

Agus meminta penyelenggara bandara segera menindaklanjuti aturan tersebut dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP).

Selain itu, kantor otoritas bandar udara di seluruh Indonesia diminta mengawasi pelaksanaan aturan baru itu.

Dengan begitu, seluruh penumpang pesawat betul-betul selamat, aman, dan nyaman. (kompas.com/Kurniasih Budi)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved