Ribut Taksi Online-Konvensional Guncang Batam, Pemko Rapat Undang Pengusaha Aplikasi Ini!

Yusfa berharap, dalam rapat tersebut manajemen aplikasi yang berkantor pusat di Jakarta, bisa hadir

Ribut Taksi Online-Konvensional Guncang Batam, Pemko Rapat Undang Pengusaha Aplikasi Ini!
tribunbatam/endrakaputra
Ilustrasi. Meriam air dikerahkan membubarkan massa sopir taksi online dan taksi konvensional yang ribut di kawasan Batuampar, Senin (12/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Pemko Batam masih berupaya menyelesaikan persoalan kisruh tranportasi berbasis aplikasi di Batam.

Pasca ribut Senin (12/3/2018) malam lalu antara kubu taksi online dan kubu taksi konvensional di sekitaran Jalan Duyung, Batuampar, Rabu (14/3/2018) ini akan kembali digelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) bertempat di Gedung Wali Kota Batam.

Baca: Heboh Registrasi Kartu Prabayar! Data Pelanggan Bocor, DPR Duga Ada Unsur Kenakalan Operator!

Baca: BREAKINGNEWS: Sopir Taksi Online dan Taksi Konvensional Ribut di Batuampar!

Baca: Tak Disangka! Inilah 3 Ramuan Alami Penghancur Penyakit Asam Urat! Nomor 1 Mengagetkan!

"Rapat dipimpin Wali Kota Batam, semua stakeholder diundang," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri kepada Tribun, Selasa (13/3/2018).

Termasuklah di dalamnya Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Ketua DPRD Kota Batam, Kapolresta Barelang, Dandim, Danlanal, marinir, asosiasi driver online, forum taksi Kota Batam, dan pihak terkait lainnya.

"Intinya kita tetap ingin mencari solusi penyelesaian taksi online di Batam," ujarnya.

Yusfa berharap, dalam rapat tersebut manajemen aplikasi yang berkantor pusat di Jakarta, bisa hadir. Sehingga bisa ikut bersama-sama mencari solusi terhadap penyelesaian kisruh transportasi di Batam.

Suasana keributan sopir taksi online dan taksi konvensional di kawasan Batuampar, Senin (12/3/2018) malam
Suasana keributan sopir taksi online dan taksi konvensional di kawasan Batuampar, Senin (12/3/2018) malam (TribunBatam/Efendi Wardoyo)

Lebih lanjut, Yusfa menilai, sejauh ini pertikaian yang terjadi terkait transportasi itu masih murni antara kedua belah pihak, taksi online dan taksi konvensional. Dia tidak ingin persoalan di lapangan sampai melebar kemana-mana.

Sebelumnya diberitakan, untuk kesekian kalinya, antara taksi online dan taksi konvensional kembali ribut. Menyikapi kejadian ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri tak pernah bosan-bosannya mengingatkan kedua belah pihak, agar mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua belah pihak, mestinya juga bisa menahan diri, sehingga tidak timbul pergesekan di lapangan, yang pada akhirnya merugikan banyak pihak. Tidak hanya di lingkup taksi, namun menganggu situasi kondusif di Batam. Ini juga berkaitan dengan citra Batam di mata dunia luar.

"Masing-masing pihak sadar tidak, mereka itu cari rezeki atau cari ribut? Kalau mau cari rezeki, seharusnya bisa diatur. Kalau ada komitmen bersama, pasti ada jalan keluar," kata Yusfa optimistis.

Lain hal jika mengandalkan emosional semata, ujung-ujungnya akan merugikan semua pihak. Dalam hal ini Yusfa menilai, ada dua hal yang perlu disikapi bersama untuk menyelesaikan konflik taksi di Batam. Pertama berkaitan dengan persoalan regulasi. Kedua, persoalan komunikasi.

"Untuk persoalan komunikasi. Penting ada kedewasaan bersikap. Semua pihak mestinya sama-sama bisa menahan diri. Dari taksi konvensional bisa tahan diri agar tak menimbulkan persoalan yang bisa berakibat pada gangguan kamtibmas. Dari taksi online juga begitu. Patuhi aturan yang berlaku," ujarnya.(*)

Tags
taksi
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help