Saat Dicokok KPK, Panitera Pengganti Tuti Langsung Kesurupan, Menangis Histeris dan Teriak-teriak

Bahkan tumpukan uang jutaan rupiah didapati saat proses OTT tersebut. "Bukan saya, Pak, bukan saya," teriak Tuti kepada petugas.

Saat Dicokok KPK, Panitera Pengganti Tuti Langsung Kesurupan, Menangis Histeris dan Teriak-teriak
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Ruangan hakim dan panitera PN Tangerang disegel KPK. 

Nama lengkapnya yaitu Wahyu Widya Nurfitri. Hakim senior ini ditangkap saat sedang cuti.

Wahyu dan Tuti diduga menerima suap atas kasus perdata yang sedang ditanganinya.

Bahkan KPK mengamankan tujuh orang dalam OTT tersebut.

Selain mencokok Wahyu dan Tuti, ada pihak swasta lainnya yang dibekuk petugas.

Saat akan dibawa oleh petugas KPK, sikap Tuti pun semakin aneh.

Sehabis teriak-teriak, Panitera Pengganti ini menangis histeris, bahkan seakan-akan seperti kesurupan.

Hal tersebut diungkapkan oleh sumber Warta Kota di PN Tangerang.

Kendati demikian, petugas menggelandang Tuti ke Kantor KPK guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Kemarin itu ramai, dia (Tuti) teriak-teriak. Nangis kaya orang kesurupan enggak mau dibawa sama KPK," ujar sumber tersebut kepada Warta Kota di PN Tangerang, Selasa (13/3/2018).

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3/2018). KPK menahan empat tersangka dari hasil OTT yakni penerima suap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri dan Panitera Pengganti Tuti Atika serta pemberi suap dua pengacara Agus Wiratno dan HM Saifudin terkait putusan perkara perdata di PN Tangerang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Petugas sempat menggeledah ruangan kerja Tuti. Dan melakukan peyegelan pada kemarin malam.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help