Sebaiknya Anda Tahu

Terungkap! Inilah Arti Angka di Lambung Kapal TNI AL dan Sejarah di Baliknya!

Kenapa 351? Kenapa 353? Angka-angka itu bukan muncul sembarangan, tapi ada penjelasannya. Kenapa kapal TNI AL angka di lambungnya berbeda!

Terungkap! Inilah Arti Angka di Lambung Kapal TNI AL dan Sejarah di Baliknya!
Wikipedia
KRI Todak 631 

Satfib memilih menggunakan nama-nama teluk dan kota-kota pelabuhan di Indonesia.

Contohnya KRI Teluk Jakarta (541), KRI Surabaya (591), dan KRI Teluk Peleng (535).

Karena perannya sebagai kapal pendarat, Satfib mengoperasikan kapal jenis Landing Ship Tank (LST), Landing Platform Dock (LPD), dan kapal Angkut Serba Guna (ASG).

Beberapa kapal dengan nomor lambung 5, seperti KRI Teluk Ambonia (503), KRI Banda Aceh (593), dan KRI Banjarmasin (592) berada di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL.

Sebanyak tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran TNI AL mengikuti latihan multilateral Tindakan Perlawanan Ranjau (TPR) Western Pacific Mine Countermeasure Exercise (WP MCMEX).
Sebanyak tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran TNI AL mengikuti latihan multilateral Tindakan Perlawanan Ranjau (TPR) Western Pacific Mine Countermeasure Exercise (WP MCMEX). (tribunnews batam/istimewa)

Angka 7
Kapal di bawah kendali Satuan Kapal Ranjau (Satran) ini biasa menggunakan nama-nama pulau kecil.

Tugas utamanya sendiri adalah mencari dan memusnahkan ranjau di perairan. Beberapa kapal di bawah satuan ini antara lain KRI Pulau Rengat (711), KRI Pulau Rusa (726), dan KRI Pulau Rupat (712).

Angka 8
Kapal dengan nomer lambung 8 bisa diidentifikasikan berada di bawah Satuan Kapal Patroli (Satrol).

Satuan ini biasa menamai kapalnya dengan nama-nama ikan, misalnya KRI Kakap (811), KRI Pari (849), KRI Cucut (866), dan KRI Sigurot (864).

Angka 9
Nomor lambung 9 biasa dipakai oleh kapal-kapal yang beroperasi di Satuan Kapal Bantu (Satban).

Selain menggunakan nama kota-kota penghasil minyak seperti Arun, Karang Pilang, dan Balikpapan, kapal di Satban juga ada yang menggunakan nama tokoh, seperti Dr. Suharso.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved