ATB Kembali Tertibkan Sambungan Air Ilegal di Kawasan Jodoh dan Kabil Batam

Sambungan tersebut ditemukan pada dua lokasi yang berbeda, yakni di kawasan Jodoh dan Kabil. Kedua titik sambungan tersebut langsung diputus

ATB Kembali Tertibkan Sambungan Air Ilegal di Kawasan Jodoh dan Kabil Batam
dok. ATB
Petugas ATB membongkar sambungan air ilegal di kawasan Kabil 

Laporan Tribun Batam, Roma Uly Sianturi

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim ATB Batam kembali menertibkan sambungan ilegal suplai air ATB.

Sambungan tersebut ditemukan pada dua lokasi yang berbeda, yakni di kawasan Jodoh dan Kabil.

Kedua titik sambungan tersebut langsung diputus dan ditutup permanen.

"Dua titik sambungan ilegal telah kami temukan. Sambungan ini diindikasi sudah lama dipasang. Terutama di kawasan Kabil, sambungan pada tapping langsung dan dilas dari pipa distribusi ukuran 30cm," ujar Wisdarman, Supervisor Non Revenue Water (NRW) ATB Selasa (13/3/2018)

Sambungan tersebut diduga dialirkan ke pemukiman warga yang tidak jauh dari lokasi penyambungan.

Sambungan dialirkan melalui pipa PE satu inci yang sengaja dipasang melalui dasar sungai.

"Oknum ini cukup pintar menyambung pipa PE, diberi pemberat yang dibenamkan di dasar sungai, sehingga tidak kelihatan," lanjut Wisdarman.

Temuan sambungan ilegal yang tidak jauh dari kawasan industri Kabil ini sudah cukup lama diincar ATB. Namun penertibannya baru sekarang terealisasi. Setelah mendapatkan informasi yang kuat, tim baru turun ke lapangan.

Sambungan ilegal juga ditemukan di kawasan Jodoh, tepatnya di belakang Hotel Majesty.

Sambungan air diambil dari aliran ruko, dialirkan ke tempat kos-kosan di kawasan sekitar.

Temuan sambungan ilegal ini langsung diputus dan ditutup permanen.

"Sambungan yang dialirkan ke kos-kosan ini sudah kami putus permanen," ujar Wisdarman.

Maraknya tindakan sambungan ilegal ini tentu saja merugikan pelanggan karena berpengaruh pada suplai air di kawasan tersebut.

"Akibat tindakan ini suplai akan berpengaruh kepada pelanggan resmi ATB. Air ke pelanggan bisa tersendat, mengecil bahkan tidak mengalir," ucap Wisdarman.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti lengkap, tim terkait ATB akan menindaklanjuti, dan melanjutkan proses hukumnya kepada kepolisian.

Dengan adanya tindakan ilegal ini, tim ATB juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar melaporkan jika menemukan indikasi pencurian air ke kantor pelayanan ATB, atau bisa menghubungi Call Center ATB di 0778-467111. 

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved