Sidang Kasus Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, Terdakwa Berstatus Tahanan Kota! Ini Alasan Jaksa!

Terdakwa kasus kosmetik ilegal di Tanjungpinang berstatus tahanan kota. Fakta ini terungkap di persidangan. Ini alasan jaksa!

Sidang Kasus Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, Terdakwa Berstatus Tahanan Kota! Ini Alasan Jaksa!
tribunbatam/wahib waffa
Ilustrasi. Petugas sedang melakukan pengecekan kosmetik illegal di rumah plantar di Tanjungunggat yang dijadikan gudang kosmetik illegal 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Dua terdakwa kasus penindakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (B‎POM) Batam di Tanjungpinang mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Diantaranya Kun Sun alias Asun yang merupakan pemilik gudang kosmetik dan menjual barang farmasi kecantikan ilegal.

Sementara satu kasus lainya yakni terkait penggrebegan distributor makanan luar negeri tanpa izin di jalan Kijang Lama Gang Sri Bintan Kelurahan Melayu Kota Piring Tanjungpinang Timur beberapa bulan lalu atas nama tersangka Djonli. Ia yang hanya dikenakan Undang-undang Pangan dan tidak dilakukan penahanan.

Baca: ‎Heboh Penggerebekan Kosmetik Ilegal Tanjungpinang, BPOM Pastikan Kosmetik Mengandung Merkuri!

Baca: Heboh! Wanita Cantik Ini Minta Suami kepada Presiden Jokowi! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Terungkap! Inilah Kode Rahasia Percakapan Pilot Saat Terbang! Kata Mayday Paling Bikin Merinding!

Jaksa yang menyidangkan terkait kasus tersebut Raden Akmal membenarkan bahwa tidak dilakukan penahanan Rutan maupun Lapas untuk dua tersangka tersebut. "Ia satu tersangka Kun Sun dikenakan tahanan kota. Di penyidik juga sebelumnya tahanan kota kalau tak salah," kata Akmal SH ditemui di Kejari Tanjungpinang, Kamis (15/3/2018).

Ia tidak mengetahui persis apa dasar status tahanan kota yang dikenakan kepadanya. "Saya tak tau kenapa. Saya hanya ditunjuk untuk menyidangkan. Jaksanya itu di Kejati Kepri," kata Akmal lagi.

Sementara itu, satu terdakwa lainya bernama Djonli saat tidak dilakukan penahanan. Akmal sebagai Jaksa penuntut Umum (JPU) yang membacakan dakwaan dalam persidangan mengaku karena ancaman yang dikenakan hanya dua tahun saja.

"Kan hanya dua tahun saja ancamanya. Jadi gak bisa ditahan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved