4 Kontainer Daging Beku dan Sosis Ditangkap, Ada Pihak yang Bermain? Ini Jawaban Lanal Batam

Di dalam manifest disebutkan, empat kontainer itu berisi kentang beku, namun setelah diperiksa isinya daging sapi beku asal Australia dan sosis

4 Kontainer Daging Beku dan Sosis Ditangkap, Ada Pihak yang Bermain? Ini Jawaban Lanal Batam
Letkol Laut (P) Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Batam Mandri Kartono mengekspose daging beku asal Australia yang diselundupkan dari Singapura ke Batam, Kamis (15/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Alfandi Simamora

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pangkapan TNi Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan empat kontainer berisi daging sapi beku dan sosis di perairan Belakangpadang, Rabu (14/3/2018) sore.

Kontainer yang dibawa oleh kapal LCT Niaga Samudera 8 ini diketahui dari Jurong, Singapura, tujuan Batam, membawa kontainer di jalur hijau.

Kapal ini membawa 13 kontainer, tetapi hanya empat kontainer yang membawa muatan menyalahi manifest dari Kantor Bea dan Cukai.

Di dalam manifest disebutkan, empat kontainer itu berisi kentang beku, namun setelah diperiksa isinya daging sapi beku asal Australia dan sosis daging ayam.

Baca: Penyelundupan Lagi! 4 Kontainer Berisi Sapi Beku dan Sosis dari Singapura Diamankan Lanal Batam

Ternyata, Lanal Batam di bawah koordinasi Lantamal IV Tanjungpinang ini sudah sejak dua bulan lalu mendapat laporan intelijen.

Apakah hal ini tidak diketahui oleh pihak-pihak terkait lainnya, seperti BC, BPOM dan Badan Karantina?

Letkol Laut (P) Mandri Kartono, Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Batam, tidak mau berkomentar tentang hal ini dan menyerahkan kepada pihak BC Batam untuk menindaklanjutin ya.

Begitu juga ketika ditanya kemungkinan ada pihak-pihak yang bermain sehingga barang tersebut bisa dengan mudahnya masuk ke Batam.

"Kita tidak bisa menyebutkan apakah ada oknum-oknum dari pihak terkait yang terlibat. Namun karena penyelundupan ini sepertinya sudah berlangsung lama dan masuk daftar penyelidikan intelijen, bisa jadi ada indikasinya ke arah itu," katanya singkat.

Mandri menambahkan, awalnya mereka tidak tahu kalau barang ilegal itu adalah daging sapi beku dan sosis beku.

Pihaknya bahkan menduga barang itu sabu. 

Namun, setelah dicek, isinya ternyata bukan narkotika.

Seperti diketahui, Lanal Batam pada awal Februari lalu berhasil menggagalkan kapal yang hendak menyelundupkan satu ton sabu di Selat Philips.

 Penangkapan itu juga berawal dari informasi intelijen dan sudah diintai sejak Bulan November 2017,

"Kita tahu sendiri, saat ini sangat gencar penyelundupan sabu melalui perairan Kepri. Karenanya, Lantamal IV Tanjungpinang memperkuat informasi intelijen tentang kapal-kapal dari luar yang membawa barang ke wilayah Kepri," katanya.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help