Blak-blakan! Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Gajinya Ratusan Kali Anggota DPR!

Hotman Paris menolak jadi politisi meskipun banyak parpol menawarinya. Dia beralasan gajinya lebih besar dibanding anggota DPR. Benarkah?

Blak-blakan! Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Gajinya Ratusan Kali Anggota DPR!
TRIBUNNEWS.COM/GITA IRAWAN
Ilustrasi. Aktris dan penyanyi Syahrini penuhi janji pemeriksaan kasus First Travel, Senin (9/10/2017). Syahrini datang bersama Kuasa Hukumnya Hotman Paris Hutapea 

TRIBUNBATAM.ID-Pengacara Hotman Paris mengatakan, ia beberapa kali menolak tawaran bergabung ke partai politik. Ia mengaku dapat tawaran dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, dan partai lain yang ia enggan sebutkan.

Namun, semuanya dia tolak karena tidak berminat menjadi politisi. Bukan karena tidak suka partainya, melainkan karena secara pribadi, Hotman tak menyukai politik.

"Buat apa? Semua saya miliki sudah. Saya lebih populer dari partai politik," ujar Hotman kepada Kompas.com, Jumat (16/3/2018).

Baca: Mbah Satiyah Usia 120 Tahun Rajin Salat Tahajud dan Mengaji! Kisah Hidupnya Mengharukan!

Baca: Diam-diam Maia Estianty Suka Santap Makanan Hitam Ini, Harganya Bikin Geleng-geleng Kepala!

Baca: Heboh! Ketampanan Lebihi Bintang Film, Staf Bandara Ini Dihukum Potong Gaji!

Baca: Heboh! Masa Lalu Pacar Terungkap, Tessa Kaunang Hapus Postingan Foto Pacar Baru!

Dari segi pendapatan, kata Hotman, saat ini dirinya panen uang. Gajinya terbilang besar karena menangani kasus-kasus kakap. Selain itu, ia juga banyak digandeng menjadi pengacara sejumlah pengusaha.

Bahkan, Hotman ada kontrak dengan Partai Perindo, di mana ia tetap dibayar bulanan meski tak ada kasus. Jika masuk ke partai politik, Hotman meyakini pendapatannya pasti berkurang drastis.

"Sebagai lawyer pendapatan saya ratusan kali lipat daripada menjadi anggota DPR," kata Hotman.

Hotman juga tak ingin mencari popularitas dengan menjadi politisi. Saat ini, dirinya merasa sudah cukup terkenal. Pengikut dirinya di media sosial juga banyak.

Bahkan, partai terakhir yang menawarinya bergabung menganggap Hotman seperti influencer di media sosial sehingga diharapkan menarik animo masyarakat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Hotman mengatakan, akan banyak pihak yang sakit hati jika dirinya menjadi politisi. Sebab, gaya bicaranya yang blak-blakan bukan mustahil membuat politisi lain meradang.

Selain itu, Hotman juga merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik. "Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved