'Kepala Sekolah Bermasalah Kita Kembalikan jadi Guru Biasa, Bila Perlu Kita Buang ke Pulau'

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir sangat prihatin dengan kejadian yang berlangsung di SMAN 19, Sagulung, Batam.

'Kepala Sekolah Bermasalah Kita Kembalikan jadi Guru Biasa, Bila Perlu Kita Buang ke Pulau'
tribun batam
Kadisdik Provinsi Kepri Arifin Nasir. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tidak ada toleransi jika ada kepala sekolah negeri yang ada di Kepri yang ketahuan melakukan penyalahgunaan jabatan.

Jika hal itu terjadi, maka hukuman yang diterapkan adalah dikembalikan menjadi guru biasa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir.

Dia mengatakan, bagi seorang pendidik khususnya kepala sekolah harus fokus dalam memajukan pendidikan dan mencerdaskan generasi bangsa khususnya Kepri.

"Kepala sekolah tentunya harus bisa mendidik dan mempersiapkan generasi bangsa untuk meraih masa depan mereka,"kata Arifin, saat mengunjungi SMAN 19, Sagulung, Batam, Jumat (16/3/2018).

Dia menambahkan, permasalahan yang terjadi di SMAN 19 Sagulung, sangat mengusik ketenangan dan kenyamanan dunia pendidikan di Kepri.

Baca: Siswa SMAN 19 Batam Gelar Aksi di Sekolah Mereka di Sagulung. Ini Tuntut Para Siswa

Baca: Bukan Ditahan, Ini Alasan Polisi Amankan Dua Siswa SMAN 19 Batam Terkait Aksi di Sekolahnya

Baca: Kadisdik Kepri Soal Demo Siswa SMAN 19 Batam: Tak Mungkin Ada Aksi, Kalau Tak Ada yang Salah

"Kejadian yang terjadi di SMAN 19 Sagulung sangat mencoreng dunia pendidikan di Kepri, dimana murid dengan berani melakukan aksi unjuk rasa menyoroti persoalan yang ada di sekolah mereka,"kata Arifin Nasir.

"Nanti kalau memang pihak sekokah melakukan kesalahan, maka guru yang bersangkutan akan kita pindahkan, kalau kepala sekolahnya terlibat atau melakukan korupsi maka kita akan serahkan kepada penegak hukum,"tegasnya.

Jika kesalahan yang dilakukan tidak fatal maka nantinya kepala sekokah SMAN 19 akan dikembalikan menjadi guru biasa.

"Resikonya ya itu, bila perlu nanti kita buang ke pulau,"kata Arifin Nasir. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved