Panik Ketahuan Selingkuh, Pria Ini Bunuh Pacar Gelapnya! Mengejutkan Identitas Korbannya!

Pelaku nekat membunuh korban karena panik dan emosi lantaran korban mengancam akan membeberkan hubungan gelap keduanya

Panik Ketahuan Selingkuh, Pria Ini Bunuh Pacar Gelapnya! Mengejutkan Identitas Korbannya!
KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere
Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo (baju putih berkacamata) saat memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuhan terhadap Meri Faot yang dilakukan oleh RT alias Anus (baju oranye) 

TRIBUNBATAM.ID, KUPANG-Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), membekuk pria berinisial AT alias Anus.

Ia diduga membunuh Meri Faot, janda beranak satu, asal Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Meri dibunuh Anus yang sudah memiliki istri dan empat anak di tempat penghijauan Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dengan cara dipukul menggunakan kayu tepat di bagian kepala.

Baca: Mengejutkan! Inilah Ciri dan Tipe Wanita Paling Doyan Selingkuh!

Baca: Malas Dengan Grup yang Berisik! Begini Cara Keluar dari Grup Whatsapp Tanpa Ketahuan!

Baca: Jangan Remehkan Sopir! Pasukan Menakutkan Nazi Jerman, SS Ternyata Bentukan Sopir Pribadi Hitler!

Baca: Perceraian Keduanya Bikin Heboh! Setelah Rujuk Mantan Suami, Penampilan Artis Ini Mengagetkan!

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo mengatakan, Meri dibunuh pada Sabtu (17/3/2018) malam. Jenazahnya ditemukan warga pada Minggu (18/3/2018) siang.

"Keduanya memang sudah menjalin hubungan gelap sejak November 2017. Pelaku nekat membunuh korban karena panik dan emosi lantaran korban mengancam akan membeberkan hubungan gelap keduanya kepada istri pelaku," kata Amalo di Mapolres Kupang, Rabu (21/3/2018).

Pelaku, sambung Amalo, merasa kesal saat korban meminta kejelasan status keduanya. Apalagi, saat itu, korban menolak permintaan pelaku yang ingin berhubungan badan di tempat penghijauan Penfui.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help