TribunBatam/

Kabar Baik. Ada Obat Kanker Diproduksi di Indonesia. Harganya Ramah dan Masuk BPJS

Obat ini akan masuk formularium nasional atau ditanggung Jaminan Kesehatan nasional (BPJS Kesehatan) sekitar April atau Mei 2018

Kabar Baik. Ada Obat Kanker Diproduksi di Indonesia. Harganya Ramah dan Masuk BPJS
Istimewa/Dexa Medica
Obat kanker limfoma kini diproduksi di Indonesia sehingga harganya lebih terjangkau dan lebih mudah didapatkan 

TRIBUNBATAM.ID - Setiap tahun, jumlah kasus kanker limfoma terus meningkat. Pada 2012, Global Burden Cancer mencatat adanya peningkatan jumlah pasien kanker limfoma (non-hodgkin) untuk laki-laki sebesar 6 persen dan pasien perempuan mencapai 4,1 persen per tahun.

Hasil riset tersebut membuat kanker limfoma menjadi salah satu dari sepuluh penyakit kanker yang memiliki pasien terbanyak di dunia pada tahun yang sama.

Baca: Jokowi Banyak Tundukkan Kepala Salami Para Ulama di Haul Guru Sekumpul

Baca: VIRAL. Jengkel Harga Durian di Batam Mahal, Pria Ini Masak Tumis Kulit Durian. Pengen?

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, sekitar 1 juta orang di dunia menderita kanker limfoma pada 2013. Dari total tersebut, sebanyak 14.905 pasien berasal dari Indonesia.

 Di Indonesia sendiri, kanker limfoma juga dikenal dengan nama kanker kelenjar getah bening. Nama tersebut merujuk kepada bagian tubuh yang diserang, yakni sistem limfatik.

Sistem limfatik merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sebabnya, sistem ini menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh.

Penyebab kanker limfoma

Gejala utama yang dialami oleh penderita bila sudah terinfeksi adalah munculnya benjolan pada bagian leher, ketiak, atau lipat paha. Benjolan ini biasanya tidak disadari oleh penderita dan tidak terasa sakit.

Selain benjolan, terdapat pula sejumlah gejala lain yang mungkin dirasakan oleh penderita limfoma, di antaranya suhu tubuh turun-naik, cepat merasa lelah, sesak napas, gatal terus-menerus di seluruh tubuh tanpa sebab (ruam), serta pembesaran amandel.

Halaman
1234
Editor: dwie sudarlan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help