Kenalkan si Cantik Tamara Putri, Sosok Ceu Ogah Pengatur Lalu Lintas di Kota Bandung

muncul sosok Ceu Ogah, pengatur lalu lintas cantik yang kini mulai viral di media sosial.

Kenalkan si Cantik Tamara Putri, Sosok Ceu Ogah Pengatur Lalu Lintas di Kota Bandung
Tribunjabar/Cipta Permana
Tamara Putri, salah seorang Ceu Ogah, sedang mengatur arus lalu lintas di persimpangan Jalan Ganesha, Kota Bandung Minggu (25/3/2018) 

TRIBUNBATAM. id - Mengatur para pengendara agar disiplin berlalu lintas, bukan hanya menjadi tugas pokok aparat kepolisian saja, belakangan ini di Kota Bandung bahkan muncul sosok Ceu Ogah, pengatur lalu lintas cantik yang kini mulai viral di media sosial.

Tak hanya seorang, Ceu Ogah ini ada beberapa orang namun kesamaannya semua merupakan gadis cantik berkulit putih mulus, rambut hitam panjang dan perawakan bak model.

Mereka rela bercucuran keringat, terpapar terik sinar matahari dan polusi asap knalpot kendaraan yang melintas di sekitarnya. Tujuan mereka hanya untuk mengatur arus lalu lintas di beberapa persimpangan jalan di Kota Bandung.

Tidak jarang mereka memberhentikan motor atau mobil yang dinilai melanggar aturan lalu lintas, mulai dari tidak mengenakan helm, menerobos lampu merah, maupun tidak mengenakan sabuk pengaman. Mereka menegur hingga menilang pakai "surat cinta" kepada pelanggar lalu lintas.

Tidak jarang mereka memberhentikan motor atau mobil yang dinilai melanggar aturan lalu lintas, mulai dari tidak mengenakan helm, menerobos lampu merah, maupun tidak mengenakan sabuk pengaman. Mereka menegur hingga menilang pakai "surat cinta" kepada pelanggar lalu lintas.

Tamara Putri (28) salah seorang Ceu Ogah mengatakan, kegiatannya ini sebagai wujud mengkampanyekan peduli berlalu lintas kepada para pengendara. Dan selama menjalani tugasnya itu ia menemukan pengalaman unik, di antaranya diajak kenalan hingga diminta nomor ponsel oleh beberapa pengendara.

Namun yang membuatnya bangga dalam menjalankan tugasnya itu adalah, para pengendara jadi lebih tertib aturan dibandingkan saat Pak Ogah yang bertugas.

"Pengamalan kurang enak sih enggak ada, seru, seneng, jadi di bawa enjoy aja  buat ngatur lalu lintas, supaya lebih baik pengendaranya. Jadi meskipun kita cewek tapi bisa juga menggantikan pekerjaan Pak Ogah untuk mengatur mobil dan motor agar lebih tertib," ujar Tamara saat ditemui di Kawasan Dago, Kota Bandung, Minggu (25/3/2018).

.
. (Ceu Ogah (Tribunjabar/Cipta Permana)

Tamara mengaku pada pekan ini, ia selalu berganti lokasi tugas mulai dari Kawasan Pasteur, Gunung Batu, Dago, dan jalan-jalan lainnya tergantung perintah yang didapatkannya.

"Karena kita bukan polisi, jadi kita enggak bisa memberikan sanksi apapun, cuma teguran atau himbauan aja agar mereka lebih baik lagi ke depannya. Tapi ya namanya orang ada aja yang tetep ngelanggar biar ada yang ngatur juga, kita juga ga bisa paksain semuanya," kata wanita yang juga berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) itu.

Menurut Tamara, selain mengkampanyekan tertib berlalu lintas, ia dan empat orang Ceu Ogah lainnya juga memberikan informasi terkait pindahnya lokasi dealer mobil 88 cabang Pasteur ke Jalan Sukajadi.

 
Region Manager Wilayah II Mobil 88, Klenk Dha Ladha mengatakan, kegiatan Ceu Ogah ini sebagai bentuk refresh dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.

Menurut Klenk, pada kegiatan ini Ceu Ogah membantu mengatur lalu lintas dan mengingatkan cara mengemudi dan parkir yang benar.

"Kita merefresh lagi mereka (para pengendara) dengan obyek yang berbeda dari biasanya. Memang sedang viral sekarang, tapi yang penting bisa memberikan dampak positif di masyarakat, khusunya tertib berlalu lintas," katanya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved