‎BREAKINGNEWS: Kejari Tanjungpinang Periksa Dua Pejabat Disdik Kepri, Ini Kasusnya!

Kejari Tanjungpinang memeriksa dua pejabat Disdik Kepri terkait proyek pengadan barang. Begini penjelasan Kejari!

‎BREAKINGNEWS: Kejari Tanjungpinang Periksa Dua Pejabat Disdik Kepri, Ini Kasusnya!
Ilustrasi interogasi 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-‎Fansuri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan barang ini diperiksa oleh Kejasaan Negeri Tanjungpinang.

Hal itu setelah sebelumnya terdapat temuan dari inspektorat tentang dugaan dana yang tidak jelas digunakan para pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sebanyak Rp 780 juta.

Baca: BREAKINGNEWS: Sekdaprov Kepri Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Begini Pengakuannya!

Baca: Mengejutkan! Inilah 8 Ciri Pria yang Tak Akan Pernah Berhenti Mencintai Anda! Nomor 7 Keren Habis!

Baca: Malas Dengan Grup yang Berisik! Begini Cara Keluar dari Grup Whatsapp Tanpa Ketahuan!

Kasidatun Kejari Tanjungpinang Noly Wijaya membenarkan bahwa pihaknya hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap Pansuri. "Ia kita periksa hari ini Fansuri terkait proyek tersebut," ujar Noly Wijaya ditemui di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Senin (26/3/2018).

Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Beny Siswanto menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan banyak data untuk melengkapi pemeriksaan kasus tersebut.

"Kasus tersebut masih dalam pemeriksaan. Nanti saja. Saya masih ada perlu di luar," ujar Beny Siswanto dikonfirmasi.

Pantauan Tribun, pria yang memiliki nama panjang Ikhsan Fansuri terlihat di balik pintu kaca ruang Noly wijaya jaksa pemeriksa kasus korupsi‎. Ia menggunakan baju lengan pendek nampak sendiri menunggu jaksa yang memeriksa.

Sebelumnya pun sempat terlihat bersama jaksa yang memeriksa. Namun tak lama ia ditinggal sendiri di dalam ruang. Tidak hanya itu rencananya terperiksa lain yakni Heru yang merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Mereka datang pagi tadi sekira pukul 10.00 WIB. Kemudian mereka melanjutkan pemeriksaan pada pukul 14.30 WIB. Kasus ini berawal dari temuan inspektorat tentang penyelewengan anggaran APBD 2017 akan adanya kerugian negara senilai Rp 780 juta. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help