Kasus Gratifikasi Bank Syariah Mandiri, Hakim Perintah Kejati Tahan Tengku Mukhtarudin di Rutan!

Hakim PN Tanjungpinang memerintahkan Kejati menahan Tengku Mukhtarudin, terdakwa kasus gratifikasi Bank Syariah Mandiri ke Rutan Pinang!

Kasus Gratifikasi Bank Syariah Mandiri, Hakim Perintah Kejati Tahan Tengku Mukhtarudin di Rutan!
TribunBatam/Wahib Waffa
Tengku Mukhtarudin menggunakan kursi roda usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (26/3/2018) 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Mantan Bupati Anambas Tengku Mukhtarudin akhirnya dijebloskan ke tahanan. Sebelumnya ia berstatus tahanan luar. Hari ini, Senin (26/3/2018) dia menjalani sidang dengan agenda penetapan penahanan oleh majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut.

Santonius Tambunan sebagai ketua majelis hakim sidang tersebut juga selaku humas PN Tanjungpinang menuturkan‎ meskinya memang saat ini agenda sidang pembacaan putusan. Namun hakim bermusyawarah dan memilih untuk melakukan penetapan penahanan sebelum divonis.

Baca: BREAKINGNEWS: Sekdaprov Kepri Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Begini Pengakuannya!

Baca: ‎BREAKINGNEWS: Kejari Tanjungpinang Periksa Dua Pejabat Disdik Kepri, Ini Kasusnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Kasus RSUD Embung Fatimah Batam, Tersangka Fransisca Tertangkap!

Baca: Heboh! Deddy Corbuzier Unggah Video Bakal Bongkar Uang Gelap di Belakang Endorsement Artis!

"Kita menggunakan haknya untuk melakukan penahanan. Kita minta Jaksa Penuntut umum (JPU) untuk langsung melakukan penahanan terhadap terdakwa Tengku Muhtarudin," katanya sore tadi membacakan sidang, Senin (26/3/2018).

Hakim memerintahkan JPU untuk melakukan penahanan selama 30 hari ke depan hingga tanggal 26 April. Pihaknya pun menunda persidangan hingga tanggal (28/3/2018) nanti untuk agenda putusan.

Lebih detail hakim beralasan bahwa terdakwa tidak bisa menghadirkan dokter kesehatan untuk memberikan keterangan bahwa memang Tengku sakit dan tidak bisa menjalani penahanan.

"Kita sebelumnya sudah minta terdakwa untuk menghadirkan ‎dokter untuk memberikan keterangan kesehatanya. Namun sejak dimulainya persidangan hingga saat ini, yang bersangkutan tidak bisa memenuhi permintaan majelis hakim," katanya.

Selain itu juga secara Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (K‎UHAP), pasal 26 ayat 1 dan pasal 21 ayat 4 yang mana pasal tersebut diatur dalam pasal dakwaan terdakwa yakni pasal 2, pasal 3 dan pasal 11 tentang korupsi menyatakan bahwa terdakwa dapat dilakukan penahanan.

"Karena berdasarkan pasal tersebut, terdakwa juga dapat dilakukan penahanan. Maka dari itu kita gunakan haknya untuk melakukan penahanan. Kemudian juga berdasarkan asas persamaan terdakwa di hadapan hukum," tuturnya lagi.

Sekira pukul 17.00 WIB, atas penetapan tersebut, Kejati Kepri langsung melakukan penahanan terdakwa Tengku Muhtarudin ke Rutan Tanjungpinang. ‎ Nampak keluarganya ikut mengantarkan Tengku yang naik mobil tahanan Kejaksaan.

Tengku sendiri sebelumnya dituntut selama 1 tahun 6 bulan atas kasus korupsi dan gratifikasi Bank Syariah Mandiri (BSM) ‎yang merugikan negara senilai Rp 1,3 miliar saat masih duduk sebagai bupati Anambas. Gratifikasi dari BSM berbentuk 2 mobil dan 25 motor.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help