Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 1,7 M bagi Penyebar Hoax. Itu di Malaysia. Indonesia?

Warga luar negeri sekalipun kalau berada di negara mereka, bisa didakwa dengan undang undang tersebut

Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 1,7 M bagi Penyebar Hoax. Itu di Malaysia. Indonesia?
depositphotos.com
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, KUALALUMPUR - Pemerintah Malaysia dilaporkan mengusulkan suatu proposal untuk menangkal kabar tidak benar (hoax).

Dilansir kantor berita AFP, Senin (26/3/2018), dalam undang-undang Fake News itu, orang yang melanggar bakal dikenai hukuman penjara hingga 10 tahun.

Selain itu, pelanggar undang-undang bakal dikenai denda hingga 500.000 ringgit, atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Baca: BREAKING NEWS. Bassist Navicula Akhirnya Meninggal, Menyusul Kekasihnya

Baca: Menyayat Hati. Begini Rintihan Istri Perawat yang Dulu Diduga Lecehkan Pasien Wanita

 jika mempublikasikan "berita palsu" yang menyangkut Malaysia atau warganya.

Aktivis (HAM) dan kalangan oposisi menyoroti dan khawatir, peraturan itu dibuat untuk membungkam kritik terhadap Perdana Menteri Najib Razak.

Najib sudah mendapat kritik sejak skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang diduga menyalahgunakan dana 4,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 61,7 triliun.

Meski Najib membantah adanya korupsi, dilaporkan pemerintahannya memblokir situs internet dan media yang menerbitkan laporan negatif tentang Najib dan 1MDB.

Anggota Parlemen Malaysia Charles Santiago berkata, diskusi akan undang-undang itu terjadi di saat Malaysia bakal menggelar pemilihan umum pada Agustus mendatang.

Halaman
12
Editor: dwie sudarlan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved