Mellennial

Tidur Berlebihan Ternyata Bahaya, Lho! Begini Cara Mencegahnya

Selain karena tekanan secara psikologisnya, pengidap hipersomnia juga bisa dikarenakan depresi, lelah karena pekerjaan dan terlalu sibuk.

Tidur Berlebihan Ternyata Bahaya, Lho! Begini Cara Mencegahnya
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

PERNAH nggak sih kalian lihat orang yang bisa langsung tertidur pulas begitu nempel di bantal? Bahkan, ada yang saat tidur nggak peduli di mana tempatnya tetap saja bisa tidur nyenyak.

Ayya Ashiddiqe, customer service sebuah tempat Spa di Nagoya mengaku punya kebiasaan unik yakni akan tertidur saat kepalanya tersentuh bantal atau boneka di mana pun tempatnya.

Begitu juga Mira Novita, mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji. Cewek ini juga tidak bisa menahan kantuk saat siang hari apalagi kalau ada bantal atau boneka di bawah bantalnya.

Dalam istilah medis, orang yang sangat mudah tertidur di mana pun dikenal sebagai hipersomia.

"Orang yang terkena hipersomnia biasanya akan merasa mengantuk saat siang hari dan saat malam hari ia juga akan tidur cepat dan nyenyak juga. Selain itu, tidurnya dalam waktu lama. Kalau dari ilmu psikologi, ia mempunyai tekanan terhadap psikisnya," kata Maryana, psikolog RS Awal Bross, Jumat (23/3).

Dan Ayya Ashiddiqie juga mengalami hal demikian, ia sangat merasa mengantuk saat siang hari.

Selain karena adanya tekanan secara psikologisnya, pengidap hipersomnia juga bisa dikarenakan depresi, lelah karena pekerjaan dan terlalu sibuk juga membuat orang mengalami hipersomnia.

"Kalau lagi pusing karena kerjaan bawaannya mengantuk dan ingin tidur. Apalagi saat ada hal yang membuat saya kecewa, jadi saya lebih suka menghabiskan waktu dengan tertidur," ujar Andria, karyawan swasta di salah satu perusahaan swasta yang ada di Batam.

Beda lagi dengan Salwa. Siswa SMK 7 Batam ini mengungkapkan jika ia akan tertidur pulas setelah seharian berada di sekolah. Karena capek dan lelah dari pagi hingga sore berada di sekolah. Padahal saat waktunya istirahat ia merasa mengantuk dan sempat tertidur walaupun sebentar.

Jadi apakah tidur siang itu sebenarnya baik untuk kesehatan? Maryana mengatakan bahwa tidur siang dianjurkan hanya 30 menit saja, tidak lebih. Walaupun 30 menit, otak akan mengalami proses refresh kembali dan ini tidak akan menganggu waktu tidur malam. Jika tidur siang dilakukan sesering mungkin, maka yang akan terjadi adalah hipersomnia.

"Di sini kita bisa bantu dengan theraphy CBT. Theraphy yang mana akan mengubah cara berpikir dan cara berperilaku. Kalau dari sisi psikologisnya. Tetapi kerja sama dengan dokter lain, jadi hipersomnia akan diberikan obat," katanya.

Hipersomnia ternyata bukan hanya terjadi pada mereka yang terlalu sibuk, tetapi juga bisa karena tidak melakukan aktivitas apapun. Sehingga bawaannya ingin habiskan waktu dengan tidur.

Dan hal ini dialami oleh Ista Rosalia, karyawan di Princessa Travel, ia akan merasa mengantuk saat tidak melakukan aktivitas apapun, dan memilih untuk tidur jika tidak ada kerjaan. (*)

Tips
Cara Mencegah Hipersomnia
1. Lakukan olahraga yang teratur. Karena tubuh yang terkena paparan sinar matahari 30 menit saja akan mengembalikan regulasi pola tidur
2. Coba untuk tidur lebih awal dari waktu biasanya tidur
3. Lakukan diet seimbang agar tidak obesitas atau kekurangan gizi
4. Konsultasi ke psikolog atau psikiater. Jika masih hipersomnia masih menganggu. (*)

Tags
tidur
tips
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help