130 Diplomat Rusia Diusir dari Banyak Negara di Dunia, Begini Tanggapan Negeri Beruang Merah Itu

AS menjadi negara terbanyak dengan mengumumkan 60 diplomat Negeri "Beruang Merah" harus segera keluar setelah mereka diduga merupakan agen asing.

130 Diplomat Rusia Diusir dari Banyak Negara di Dunia, Begini Tanggapan Negeri Beruang Merah Itu
MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Negara di seluruh dunia menyatakan solidaritasnya terhadap Inggris setelah muncul kasus percobaan pembunuhan terhadap agen ganda bernama Sergei Skripal.

Dilansir Sky News Senin (26/3/2018), ada sekitar 130 diplomat Rusia yang harus segera angkat koper dari 21 negara di seluruh dunia.

Rinciannya seperti dilansir CNN, 16 negara merupakan anggota Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Kanada, Ukraina, Norwegia, dan Albania.

AS menjadi negara terbanyak dengan mengumumkan 60 diplomat Negeri "Beruang Merah" harus segera keluar setelah mereka diduga merupakan agen asing.

Sebanyak 48 dari total diplomat yang diusir bekerja di Kedutaan Besar Rusia di Washington.

Adapun sisanya merupakan staf di markas besar PBB di New York.

Dalam pidatonya di Majelis Rendah Parlemen Inggris, Perdana Menteri Theresa May berkata kalau solidaritas telah ditunjukkan oleh UE, maupun anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dia menyebut aksi tersebut merupakan "pengusiran kolektif terhadap agen rahasia Rusia terbesar dalam sejarah".

"Bersama, kita telah menyebarkan pesan bahwa kita tidak akan membiarkan Rusia mencemooh hukum internasional merendahkan kedaulatan kita," kata May.

Sementara itu, Rusia menyatakan kalau mereka tidak ada sangkut pautnya dengan percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya Yulia.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved