Lama 'Teronggok' di Demaga, Tug Boat Karam dan Tumpahkan Oli ke Laut. Begini Tindakan Lantamal

‎Limbah minyak hitam yang mencemari wilayah Teluk Teriting, Tanjungpinang, sejak kemarin, ternyata berasal dari tug boat yang karam.

Lama 'Teronggok' di Demaga, Tug Boat Karam dan Tumpahkan Oli ke Laut. Begini Tindakan Lantamal
tribun batam
Lantamal IV Tanjungpinang membersihkan oli tumpahan tug boat yang karam, Kamis (29/3/2018). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- ‎Limbah minyak hitam yang mencemari wilayah Teluk Teriting, Tanjungpinang, sejak kemarin, Rabu (28/3/2018), ternyata berasal dari tug boat yang karam.

Informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, tug boat tersebut sudah cukup lama bersandar di dermaga Mako Lantamal IV.

Karena lama "teronggok" dan cuaca buruk, akhirnya tub boat karam kemarin.

Oli yang masih ada di tug boat bernama lambung Ascelente tersebut kemudian tumpah dan mencemari laut hingga sampai ke Teluk Teriting.

Danlantamal IV Laksma Eko Suyatno melalui Kadispen Lantamal IV Mayor Samuel Pontoh mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanggulangan.

"Ini karena gelombang air dan angin yang tinggi hingga akhirnya masuk ke bagian kapal dan kapal akhirnya karam. Kita sudah sebarkan deterjen di sepanjang pantai yang tercemari. Kemudian kita saat ini juga sedang menyedot tangki kapal," kata Samuel Pontoh di Dermaga Makolantamal IV saat proses penyedotan tengah dilakukan, Kamis (29/3/2018).

Baca: Heboh Dugaan Limbah di Teluk Keriting! Begini Penampakan Cairan Hitam dan Kesaksian Warga!

Baca: DIMINTAI Uang Rp 26 Juta oleh BC karena Bawa Sepeda Lipat, Turis Singapura Ini Curhat di Sosmed

Selain itu, pihaknya juga langsung memasang oil boom untuk melokalisasi oli yang tumpah dan mencegah penyebaran oli.

Dengan demikian oli tidak menyebar terlalu luas ke wilayah pantai sekitar Mako Lantamal. ‎

Samuel juga menyayangkan insiden ini.

Hal itu menyebabkan warga sekitar menjadi tidak nyaman khususnya nelayan akibat oli yang mengalir ke sekitaran rumah panggung kawasan kelurahan Teluk Keriting Tanjungpinang Barat.

"Nanti kita bersama dengan masyarakat sepakat untuk membersihkan wilayah pantai dan rumah-rumah warga yang tercemari akhibat tumpahan oli ini," kata Samuel lagi.‎

Kapal ini merupakan kapal hasil penindakan Lantamal IV pada tahun 2017 lalu.

Dimana kapal saat ini masih menjalani proses hukum dan disandarkan di dermaga Mako lantamal IV Yos Sudarso, Batu Hitam Tanjungpinang. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved