UU BI akan Diamandemen demi Stabilitas Sistem Keuangan, Bukan Hanya Sekadar Nilai Rupiah

"Kami sudah siapkan rancangan amandemen UU BI, tidak hanya stabilitas nilai rupiah, tapi juga ikut menjaga stabilitas sistem keuangan."

UU BI akan Diamandemen demi Stabilitas Sistem Keuangan, Bukan Hanya Sekadar Nilai Rupiah
kontan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, yaitu Perry Warjiyo berjanji untuk mendorong perekonomian Indonesia yang tak hanya pro stabilitas, tapi juga pro pertumbuhan ekonomi.

Hanya saja untuk mencapai tujuan itu, BI mengaku memerlukan kewenangan yang lebih besar.

Nah, salah satu upaya untuk mendapatkan wewenang yang lebih besar adalah dengan merevisi Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

DPR langsung minta Perry Warjiyo terbitkan aturan baru untuk kontrol likuiditas
UU tersebut dianggap membatasi peran BI dalam melakukan akselerasi pembangunan.

Sebab di beleid itu tugas BI hanya sebagai penjaga stabilitas inflasi dan rupiah, sehingga upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi tidak bisa maksimal dijalankan.

Baca: Sajikan Escort Asing di Website, Belasan Orang Ditangkapi di Singapura

Baca: Grab Hadirkan 3 Transportasi Mudik Anti-mainstream yang Pasti Bikin Mupeng: dari Delman sampai Heli

"Kami sudah siapkan rancangan amandemen UU BI, di mana tujuannya tidak hanya stabilitas nilai rupiah, tapi juga ikut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung perekonoiman nasional," ujar Perry di Gedung DPR RI, Rabu (28/3/2018).

Menurut Perry, beberapa instrumen yang bisa digunakan oleh BI untuk mendorong pertumbuhan adalah dengan kebijakan makroprudensial.

"Ada makroprudensial, ada aspek lainnya juga. Tentu saja pada waktunya kami bersedia untuk berdiskusi mengenai hal ini," terang Perry.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved