Kilat dan Hujan Iringi Prosesi Jalan Salib Umat Katolik di Kijang! Jemaat Bertahan Basah Kuyup!

Prosesi jalan salib umat Katolik di Kijang diiringi hujan dan kilat, namun jemaat tetap khidmat mengikuti meskipun kondisi basah kuyup!

Kilat dan Hujan Iringi Prosesi Jalan Salib Umat Katolik di Kijang! Jemaat Bertahan Basah Kuyup!
tribunbatam/aminnudin
Prosesi jalan salib orang muda katolik di Kijang, Jumat (30/3/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, KIJANG-Prosesi Jalan Salib Kesengsaraan Yesus Jumat Agung umat katolik di gereja St Cosmas dan Damianus Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur berlangsung dramatis dan khidmat.

Dramatisnya adalah peragaan dilangsungkan di tengah suasana Kijang Kota hujan lebat. Sesekali kilatan petir di langit Kijang muncul yang kemudian diiringi guntur.

Baca: Aha! Pesepakbola David Beckham Belajar Bahasa Jawa, Dua Kata Ini Membuatnya Tertawa!

Baca: Berbahaya! Jangan Lagi Menahan Kentut saat Berada di Pesawat, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Baca: Mengejutkan! Inilah Alasan Hitler Merangkul Dua Negara Asia Ini di Masa Perang Dunia II

Kebetulan, pada pukul 11.00 WIB, wilayah Kijang dan sekitarnya dilanda hujan lebat. Tanda akan hujan lebat sudah terpantau sejak pukul 08.00 WIB.

Ketua panitia Peringatan Hari Raya Paskah Gereja St Cosmas dan Damianus, Bibit Nugroho kepada TribunBintan.com mengatakan, suasana alam saat prosesi jalan salib memang dinilai pas, berlangsung dalam suasana hujan. Menurut dia, seperti itulah dulu Saat Yesus disalib, juga saat hujan.

"Makanya kita bilang ini peragaan yang sedikit nuansanya begitu terasa istilahnya. Momennya itu pas, suasana alam sangat mendukung,"kata Bibit.

Pantauan TribunBintan.com, umat katolik yang mengikuti visualisasi proses jalan salib di gereja St Cosmas dan Damianus Kihang ini cukup membludak.

Para pemeran peragaan jalan salib tampak begitu menghayati peran mereka masing masing. Meski basah kuyup diguyur hujan lebat, mereka tetap melanjutkan prosesi sampai akhir atau dalam tradisi disebut perhentian ke 14. Usai prosesi selesai, mereka langsung disalami jemaat karena mampu bertahan di tengah basah kuyup.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help