Ingin Megurus Visa ke AS? Periksalah Sejarah Media Sosial Anda

Setiap pemohon visa AS, baik untuk pendatang atau bukan pendatang, harus menyampaikan semua identitas media sosial dalam lima tahun terakhir.

Ingin Megurus Visa ke AS?  Periksalah Sejarah Media Sosial Anda
pri.com
Demo memprotes pelarangan imigran dan pendatang yang dikeluarkan Presiden Donald Trump, Februari 2017 lalu. 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Anda punya rencana ke Amerika Serikat

Maka mulailah bijak menggunakan media sosial dan melakukan komunikasi elektronik.

Soalnya, pemerintah Amerika Serikat akan menelusuri sejarah media sosial seseorang yang akan masuk ke negara itu.

Penyelidikan identitas media sosial setiap individu yang hendak memasuki AS ini diumumkan pemerintah AS, Jumat (30/3/2018) hari ini.

Aturan baru tersebut diluncurkan oleh Office of Management and Budget (OMB) Gedung Putih, demikian dilaporkan Reuters.

OMB mensyaratkan, setiap pemohon visa AS, baik untuk pendatang atau bukan pendatang, harus menyampaikan semua identitas media sosial dalam lima tahun terakhir.

Aturan itu dilakukan untuk mengenal pasti identitas setiap orang yang masuk ke negeri paman Sam itu, yang menurut OMB, jumlahnya mencapai 14.7 juta orang setiap tahun.

Seluruh konsuler dan kedutaan sudah diarahkan untuk mulai mengumpulkan identitas media sosial para warga asing yang datang ke AS sejak Mei 2017 lalu.

Dalam aturan baru ini, menurut pejabat OMB, setiap pendatang diberi waktu 60 hari untuk bersedia atau menolak prosedur terbaru ini.

Jika setuju, maka pemohon harus menampilkan nomor telepon, alamat email, akun media sosial dan sejarah perjalanan internasional lima tahun terakhir.

Rencana ini merupakan penerapan janji Presiden Donald Trump untuk memperketat pendatang yang akan memasuki AS.

Sebelumnya, Trump pernah mengeluarkan aturan pelarangan masuk bagi pendatang dan imigran dari sejumlah negara, tetapi kemudian dibatalkan karena mendapatkan perlawanan dari seluruh dunia, termasuk rakyat AS.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved