Mellennial

Pengen Jadi Sineas Ternama? Coba Dulu Lewat Film Indie

Bagi yang ingin mengikuti jejak para sineas hebat, bisa memulainya dengan membuat film pendek dengan genre film indie.

Pengen Jadi Sineas Ternama? Coba Dulu Lewat Film Indie
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA

HAI Mellennials, tahukah kalian guys kalau setiap 30 Maret diperingati sebagai hari film nasional? Nah, biasanya nih sepanjang bulan Maret tersebut menjadi bulan perfilman nasional. Apa artinya? Artinya banyak film lokal yang diluncurkan pada Maret ini.

Ternyata, awal mula tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai hari film nasional sejak 1962 oleh Dewan Film Nasional dan Organisasi Perfilman karena pertepatan dengan pengambilan film "Darah dan Doa" pada 1950 oleh sutradara Usmar Ismail.

Film tersebut mengisahkan masa perjuangan prajurit Indonesia dari Yogyakarta ke Jawa Barat pada masa perjuangan.

Dan banyak film yang menginspirasi Mellennials untuk berkarya dalam sebuah film. Dan tentu saja butuh waktu panjang dalam membuat sebuah film yang bisa tembus hingga layar bioskop tersebut.

Nah, bagi yang ingin mengikuti jejak para sineas hebat, bisa memulainya dengan membuat film pendek dengan genre film indie.

Hal itulah yang ingin dilakukan Zayu, yang saat ini berstatus siswa SMKN 2 Batam. Dia mengaku ingin membuat sebuah film pendek. Film pendek yang mengarah ke film motivasi, motivasi tentang kehidupan.

Dalam membuat sebuah film, modal utama tentu adalah niat, dan lebih bagus lagi jika kamu mempunyai pengetahuan-pengetahuan dasar tentang cinematography. Selebihnya akan didapat saat berada di lapangan.

"Dalam membuat film ada baiknya sesuai kultur budaya kita. Semakin sering membuat film akan semakin baik. Karena banyak pengalaman yang didapat. Nanti kita bisa formulasikan dengan film yang cocok dengan kita.
Jalur kita adalah indie yang semuanya mandiri dan merdeka dalam berkarya. Kita tidak mengalami kendala yang berarti, kalaupun ada ya harus dicari solusinya," kata Aryanti, founder Seni Berjalan dan Tomat Batam kepada Tribun pada Jumat (30/3/2018).

Hanya saja, saat ini tantangan terberat untuk mewujudkan angan-angan membuat film indie biasanya adalah susahnya mencari teman yang mempunyai tujuan sama namun dengan keahlian yang berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Seperti yang diutarakan oleh Nia, karyawan swasta di salah satu perusahaan swasta di Batam. Cewek ini mengungkapkan, ia sangat ingin membuat sebuah film pendek tetapi masih sulit menemukan "prajurit" yang sesuai.

"Untuk crew film indie biasanya kita minimal ada produser, pimpinan produksi, sutradara, assisten sutradara, kameramen, assisten camera, editor, penulis skenario, penata artistik (property, kostum, makeup). Setidaknya butuh 11 orang. Sebenernya bisa 2 atau 3 orang. Cuma untuk produksi yang saya tanggani mewajibkan semua posisi itu terisi," kata Aryanti.

Selain itu, tantangan di awal atau pra produksi adalah penentuan tema sampai jadi skenario biasanya melalui proses yang panjang. Debat argumen dengan yang lain karena menyatukan beberapa kepala untuk membuat sepakat itu sulit.

"Agar cita-cita terwujud dalam membuat film, perbanyak ruang diskusi dan ruang nonton film. Karena film butuh dipertemukan dengan penonton dan juga dengan adanya diskusi-diskusi akan membangkitkan semangat anak muda untuk berkarya," ungkap Aryanti Agustin.

Gimana? tertarik membuat sebuah karya film? (*)

Tips
Penting Saat Ingin Membuat Film Berkualitas
1. Harus orisinil hasil karya sendiri
2. Ide cerita berbeda dari yang lain
3. Memenuhi ilmu cinematography
4. Ada pesan atau amanat pada film. (*)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help