Libatkan 5 KRI, Koarmabar Gelar Latihan Tempur di Laut Natuna Utara! Ini Tujuannya

Koarmabar (Komando armada Indonesia kawasan barat) menggelar latihan tempur laut tahun 2018 di Perairan Laut Natuna Utara

Libatkan 5 KRI, Koarmabar Gelar Latihan Tempur di Laut Natuna Utara! Ini Tujuannya
ISTIMEWA
Latihan Tempur yang digelar Koarmabar di Laut Natuna Utara selama 4 hari 27-30 Maret 2018 

Dalam latihan tempur laut tersebut, Lanal Batam dijadikan sebagai pangkalan awal dalam pelaksanaan operasi, dimana unsur-unsur KRI yang terlibat selama pelayaran melaksanakan serial-serial latihan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan serta naluri tempur para prajurit dan kerja sama taktis dalam sebuah operasi.

Baca: Kakek 66 Tahun Ini Mandikan Anak Tetangga di Rumahnya. Pengakuan Sang Anak Mengagetkan

Baca: BP Batam Terima Penghargaan Video Profil PRIA 2018

Baca: Kakak Shireen dan Zaskia Sungkar Meninggal Dunia di Belanda. Terungkap dari Postingan Ini

Latihan-latihan tersebut antara lain latihan melewati medan ranjau, latihan pertahanan udara, latihan komunikasi taktis, latihan manuver taktis, latihan air joining prosedur dengan pesawat Cassa TNI AL, Latihan Pek Nubika peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, simulasi VBSS serta latihan penembakan meriam.

Selanjutnya seluruh unsur-unsur KRI bergerak menuju Lanal Ranai sebagai pangkalan aju dalam rangka melaksanakan bekal ulang logistik untuk melanjutkan operasi.

Laksamana Muda TNI Yudo Margono menjelaskan bahwa dipilihnya Lanal Ranai sebagai pangkalan aju dikarenakan situasi Laut Natuna Utara yang dinamis dimana terjadinya konflik Laut Cina Selatan oleh beberapa negara kawasan yang menjadikan Laut Natuna rawan kejadian pelanggaran wilayah.

Sehingga perlunya penegakkan kedaulatan dan hukum di perairan laut yuridiksi Indonesia khususnya Laut Natuna Utara dengan kehadiran unsur-unsur KRI dalam melaksanakan patroli dan upaya legal yang secara persuasif melakukan pengusiran terhadap nelayan-nelayan asing dari wilayah ZEEI.

"Indikasi-indikasi tersebut yang menjadikan Koarmabar harus lebih tanggap dan cepat dalam meresponnya, sehingga kesiapan dan kecepatan unsur-unsur Koarmabar baik KRI, pesawat udara dan pangkalan harus senantiasa diuji dan didadak. Sehingga kita mengetahui kekurangan-kekurangan apa saja yang menjadi titik lemah dalam mendukung operasi," kata Yudo Margono.

Dalam kesempatan tersebut, Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengikuti dan memimpin secara langsung latihan di atas kapal markas KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dengan didampingi Danguspurlabar, Asintel Pangarmabar, Asops Pangarmabar, Asintel Guspurlabar dan Asintel Lantamal IV.(*/bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help