Mellennial

Makan Junk Food Bahaya Lho! Simak Apa Saja Akibat Buruknya

Meski bukan termasuk healthy food, kedua jenis makanan ini tetap saja menjadi favorit dan banyak dipilih untuk dikonsumsi.

Makan Junk Food Bahaya Lho! Simak Apa Saja Akibat Buruknya
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

JUNK food dan fast food, rasanya semua setuju jika kedua jenis makanan tersebut dinilai kurang sehat terutama dari kecukupan serat, vitamin serta mineral. Cara pengolahan yang cepat dan bahannya yang kebanyakan tinggi lemak, garam serta gula juga bisa diklaim bisa mengganggu kesehatan.

Sayangnya, meski bukan termasuk healthy food, kedua jenis makanan ini tetap saja menjadi favorit dan banyak dipilih untuk dikonsumsi. Terutama oleh kalangan Mellennial. Alasannya sudah pasti beragam.

Namun, kebanyakan karena selain rasanya yang lebih tasty, baik junk food maupun fast food sangat mudah didapatkan bagi yang butuh makanan yang instant.

Rara Candita, siswa SMA Pelita Utama mengakui jika junkfood adalah makanan sampah yang sangat miskin nutrisi dan bisa dibilang makanan kurang sehat.

Pendapat yang sama juga dikatakan Salwa. Siswa SMK 7 ini juga setuju jika junkfood adalah makanan sampah karena kurang nutrisinya. Ia mengaku lebih menyukai fast food dibandingkan junk food.

Sementara Eva Mariana yang bersekolah di SMAN 8 Batam, mengungkapkan, karena tahu efek buruh junk food untuk kesehatannya, dia hanya mengonsumsi junk food sesekali saja. Baginya junk food adalah makanan sampah.

Lantas apa kata ahli gizi terkait dua jenis makanan tersebut?

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros, dr Brain Gantoro SpGK, junk food tidak baik untuk kesehatan karena tinggi lemak, garam dan gula. Junk food juga kurang serat, vitamin dan mineral.

"Junk food berbahaya karena tinggi lemak, garam dan gula disebut dengan Zero-Calories," katanya.

Akibat jika keseringan mengonsumsi junk food, jumlah lemak badan menjadi tidak seimbang. Sehingga akan terjadi percepatan penuaan, peningkatan risiko penyakit degenerative (DM, hipertensi, penyakit jantung koroner dan kanker).

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved