Mengejutkan! Gara-gara Chat Mesra di Media Sosial, Kota Ini Mendadak Banjir Permintaan Cerai!

Chat mesra di media sosial membuat kota ini mendadak banjir permintaan cerai. Begini kisahnya!

Mengejutkan! Gara-gara Chat Mesra di Media Sosial, Kota Ini Mendadak Banjir Permintaan Cerai!
moodboard
Ilustrasi 

Jika dirata-rata, terdapat setidaknya 2 perceraian setiap hari dalam tiga tahun belakangan di Denpasar.

Dilihat dari trennya, dalam tiga tahun terakhir jumlah perceraian stabil pada angka tinggi (yakni di atas 300 kasus) dibandingkan angka perceraian pada tahun-tahun sebelum 2014, yang masih di bawah 300 kasus.

Kepala Panitera Pengadilan Agama (PA) Denpasar, I Gusti Bagus Karyadi mengatakan, perceraian merupakan kasus mayoritas yang ditangani PA Denpasar dari sekitar 9 jenis kasus yang menjadi ranah kewenangan PA.

Perceraian yang ditangani PA Denpasar terbagi dalam dua jenis, yaitu cerai talak dan cerai gugat. Cerai talak adalah cerai yang dilakukan oleh suami.

Maksudnya, si suami minta ke PA untuk disaksikan bahwa dia menjatuhkan ikrar cerainya kepada istrinya.

“Sedangkan cerai gugat adalah istri mengajukan cerai ke PA, bukan istri menceraikan suami. Si istri minta ke pengadilan untuk diceraikan dari suaminya,” jelas Bagus Karyadi, Kamis (29/3) lalu.

Menurut Sri Artatik, saat ini sudah semakin banyak warga yang mulai sadar administrasi, sehingga tingkat pengurusan akta perceraian juga meningkat.

Akta cerai ini, kata dia, berguna untuk perubahan status perkawinan seseorang, dari yang kawin menjadi cerai hidup.

"Itu mutlak harus ada aktanya bahwa sudah cerai. Kedua, untuk dasar dia kawin lagi. Kalau mau kawin lagi, kan berarti statusnya cerai hidup, sehingga harus ada akta perceraian sebagai bukti," jelas Artatik.

Kencan di dunia maya. Ilustrasi
Kencan di dunia maya. Ilustrasi (shutterstock)

Dalam aturan, lanjut dia, sebetulnya ada ketentuan bahwa pasangan yang bercerai wajib mengurus akta perceraian paling lambat 60 hari setelah penetapan cerai.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help