Mengejutkan! Gara-gara Chat Mesra di Media Sosial, Kota Ini Mendadak Banjir Permintaan Cerai!

Chat mesra di media sosial membuat kota ini mendadak banjir permintaan cerai. Begini kisahnya!

Mengejutkan! Gara-gara Chat Mesra di Media Sosial, Kota Ini Mendadak Banjir Permintaan Cerai!
moodboard
Ilustrasi 

Penetapan atau putusan cerai dilakukan oleh hakim di Pengadilan Negeri untuk non-Muslim.

Menurut Sri Artatik, Disdukcapil Denpasar tidak kaku menerapkan aturan 60 hari akta perceraian wajib diurus. Itu demi memudahkan masyarakat mengurus akta cerai mereka.

"Kami menghimbau agar pasangan yang sudah cerai untuk mengurus akta perceraiannya. Kalau sudah lebih dari 60 hari, kami minta untuk melegalisir penetapan perceraiannya ke Pengadilan Negeri, kemudian kami buatkan akta perceraiannya,” jelas Artatik.

Discukcapil tidak mendokumentasikan secara khusus faktor-faktor penyebab perceraian.

Namun demikian, kata Sri Artatik, dari pengamatan atas penerbitan akta perceraian yang didasarkan pada putusan pengadilan, sejauh ini penyebab cerai terbanyak adalah faktor ekonomi.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Kedua adalah faktor kekerasan dalam rumah tangga.

“Ada juga perceraian karena faktor agama. Misalnya, istri masuk agama suaminya saat menikah. Namun, setelah perkaninan berjalan, ternyata si istri kembali ke agamanya semula dan kemudian terjadi perceraian. Ada juga karena faktor perselingkuhan, tapi faktor ini sedikit sekali diungkap," terang Artatik.

Data di Pengadilan Negeri (PA) Denpasar juga mencatat bahwa masalah ekonomi menjadi pemicu terbesar kasus perceraian yang diputuskan lembaga itu.

“Kondisi ekonomi yang tidak stabil di tengah tekanan kebutuhan hidup yang tinggi membuat kondisi rumah tangga kurang harmonis, timbul percekcokan dan berujung pada perceraian,” kata Kepala Panitera PA Denpasar, I Gusti Bagus Karyadi.

Selain karena masalah ekonomi, penyebab perceraian yang lain adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta salah-satu pasangan tersangkut kasus kriminalitas.

“Kasus kriminalitas itu maksudnya, suami terjerat kasus kriminal sehingga dihukum, dan istrinya minta cerai,” kata Karyadi.

Sepengetahuan Karyadi, angka perceraian di Kota Denpasar merupakan yang tertinggi di Provinsi Bali. Kemudian disusul Badung, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Klungkung dan paling sedikit adalah Bangli. (win/zan)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help