Suami Ganti Jenis Kelamin Setelah Menikah, Pemerintah Singapura Batalkan Pernikahan Mereka

Pihak berwenang Singapura membatalkan perkawinan pasangan suami istri yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

Suami Ganti Jenis Kelamin Setelah Menikah, Pemerintah Singapura Batalkan Pernikahan Mereka
ce.mayo.edu
transgender. ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Pihak berwenang Singapura membatalkan perkawinan pasangan suami istri yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

Perkawinan pasangan tersebut, seperti dilansir surat kabar Straits Times, dibatalkan karena sang suami kemudian melakukan perubahan jenis kelamin, kata seorang pengacara, Senin (2/4/2018).

Negara kota itu membatalkan pernikahan pasangan ini akhir tahun lalu, karena perkawinan sesama jenis ilegal di bawah hukum Singapura.

Pasangan itu bernama Faith dan Bryce Volta, menikah sebagai pria dan wanita pada tahun 2015.

Faith, sang suami, kemudian menjalani operasi ganti kelamin alias transgender dan memperbarui kartu identitasnya sebagai "perempuan".

Baca: TERUNGKAP! Sebelum Jatuh dari Lantai 20, Model Belgia Berhubungan Intim dengan Suami Istri

Baca: Puan Maharani Ingin Bertemu dengan Prabowo Subianto. Membahas Apa Ya

Baca: BREAKING NEWS: Ayah Anjasmara yang Juga Suami Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia

Enam bulan kemudian, Panitera Perkawinan pemerintah menemui pasangan tersebut untuk mendiskusikan perubahan jenis kelamin dan kemudian mengatakan bahwa pernikahan mereka akan dibatalkan.

Pasangan itu kini mengajukan banding le Pengadilan Tinggi untuk meninjau kembali keputusan pembatalan perkawinan tersebut melalui kantor pengacara Eugene Thuraisingam.

Pihak berwenang sebelumnya mengutip undang-undang negara yang menyatakan pernikahan adalah persatuan antara seorang pria dan seorang wanita.

Singapura mempertahankan undang-undang bahwa LGBT adalah tindakan kriminal, meskipun tidak secara aktif menerapkan hukum ini.

Kendati demikian, pernikahan sesama jenis tetap tidak diakui oleh negara ini.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help