Baru Hendak Melaut, ABK Pencari Cumi Ini Tewas Tenggelam. Tubuhnya Terbelit Tali Kapal

Pria berusia 30 tahun tersebut tewas tenggelam setelah terbelit tali kapal pada Selasa (3/4/2018) siang, atau dua hari sebelum berangkat melaut.

Baru Hendak Melaut, ABK Pencari Cumi Ini Tewas Tenggelam. Tubuhnya Terbelit Tali Kapal
shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.id, KARIMUN - Niat Gunawan pergi dari kampung halaman dan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pencari cumi-cumi bersama KM Cahaya Gemilang di Kepri kandas.

Pria berusia 30 tahun tersebut tewas tenggelam setelah terbelit tali kapal pada Selasa (3/4/2018) siang, atau dua hari sebelum berangkat melaut.

Rencananya Gunawan bersama ABK lainnya akan berangkat dengan KM Gemilang pada hari Kamis.

"Kapal ini baru mau berangkat. Kasihannya, yang meninggal ini (Gunawan) juga baru sampai (di Karimun) dan pertama kali juga mau berangkat," kata seorang warga Puakang pada TRIBUNBATAM.id, saat proses evakuasi jenazah Gunawan dari laut

Rahman, rekan Gunawan sesama ABK KM Cahaya Gemilang, yang dijumpai di depan kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun mengatakan, Gunawan berasal dari Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah.

"Kami baru sampai. Berlayar juga baru kali ini. Saya, Gunawan, Sutrisno sama Yudi dari Jawa Tengah," katanya.

Rahman menyebutkan saat kejadian ada 11 ABK yang ada di dalam kapal. Dijelaskannya, Gunawan dan Sutrisno terbelit tali hingga terjatuh ke dalam laut. Menurutnya Gunawan juga tidak mahir berenang.

"Kami di kapal ada 11 orang dalam kapal. Nama tekongnya Ahong. Gunawan terbelit tali lalu jatuh. Dia juga kurang pandai berenang," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tewasnya Gunawan.

Aparat kepolisian sempat mengalami kesulitan saat melakukan penyelidikan di lokasi kejadian karena tidak koperatifnya pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan KM Cahaya Gemilang.

"Jadi pemilik kapalnya siapa ini. Jangan dioper-oper. Mana nahkodanya bawa ke sini," kata Kasat Pol Air Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus yang turun ke Tempat Kejadian Pekara (TKP).

Mayat Gunawan sendiri disemayamkan di kamar jenazah RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun.

Sedangkan Sutrisno yang mengalami luka di bagian wajah, dada serta punggungnya mendapatkan perawatan di IGD RSUD Muhammad Sani.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved