Kata Ditjen Pajak, Makin Sulit Orang Kaya Indonesia Sembunyikan Hartanya

Kesempatan orang kaya Indonesia menyembunyikan hartanya dari pajak semakin sempit.

Kata Ditjen Pajak, Makin Sulit Orang Kaya Indonesia Sembunyikan Hartanya
KOMPAS.COM
Uang tebusan program pengampunan pajak atau tax amnesty hingga 29 Maret 2017 mencapai Rp 110,01 triliun. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Kesempatan orang kaya Indonesia menyembunyikan hartanya dari pajak semakin sempit.

Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak memastikan sudah siap jalankan pertukaran informasi keuangan lintas negara dalam rangka perpajakan otomatis atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Sejumlah negara atau yurisdiksi yang dulunya dikenal sebagai surga pajak atau tax haven untuk menyembunyikan harta dan aset wajib pajak juga dipastikan ikut dalam program ini.

Ditjen Pajak menyebut: ada 79 yurisdiksi/lokasi yang termasuk dalam daftar partisipan AEoI.

Yurisdiksi partisipan adalah wilayah/daerah/negara yang ikut berpartisipasi atas berlakunya undang-undang atau aturan  yang sama.

Kata pajak,  daftar partisipan dan wilayah tujuan pelaporan, serta daftar jenis lembaga keuangan nonpelapor, dan jenis rekening keuangan yang dikecualikan juga sudah dipastikan ikut. 

Baca: Demi Masuk Area Garuda Travel Fair, Pengunjung Sudah Ramai Antre Sejak Dini Hari

Baca: VIDEO: Demi Menjaga Tradisi, Petugas Medis Wanita Diusir dari Arena Sumo tapi Berbuntut Masalah

"Masuk dalam daftar yurisdiksi yang akan menyampaikan informasi keuangan kepada Indonesia antara lain Australia, Belanda, Bermuda, British Virgin Island, Cayman Islands, Hong Kong, Inggris, Jepang, Luxembourg, Panama, China, dan Singapura,” jelas Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/4/2018).

Dari daftar negara-negara yang disebutkan Hestu,  beberapa negara terkenal sebagai tax haven.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help