KISAH Park, Mantan Presiden Korsel: Dipenjara, Dimakzulkan dan Kini Divonis Kasus Suap

Geun-hye Park sudah ditahan lebih dari satu tahun tetapi dia kerap menolak hadir di sebagian besar persidangan.

KISAH Park, Mantan Presiden Korsel: Dipenjara, Dimakzulkan dan Kini Divonis Kasus Suap
KIM HONG-JI / POOL / AFP
Mantan presiden Kores Selatan Park Geun-hye, dengan tangan diborgol, dikawal menuju ruang sidang di pengadilan distrik kota Seoul, Selasa (23/5/2017). 

TRIBUNBATAM.id, SEOUL - Pengadilan di Seoul, Korea Selatan, Jumat (6/5/2018), memtuskan mantan presiden Park Geun-hye terbukti menyalahgunakan wewenang dan menerima suap saat menjabat.

Park (66) menghadapi 18 dakwaan termasuk menerima suap, menyalahgunakan wewenang, hingga membocorkan rahasia negara.

Jika semua dakwaan itu terbukti maka Park terancam hukuman penjara maksimal 30 tahun.

Kantor berita Yonhap mengabarkan, Park tidak hadir dalam sidang vonis tersebut.

Geun-hye Park sudah ditahan lebih dari satu tahun tetapi dia kerap menolak hadir di sebagian besar persidangan.

Pada Desember 2016, perlemen Korea Selatan secara bulat memilih untuk memakzulkan Park.

Baca: Selama Sebulan Penuh, Ratusan Ribu Pasukan AS dan Korea Selatan akan Latihan Militer Bersama

Baca: MENGINTIP Momen Langka Jamuan Makan Malam Kom Jong-un untuk Pejabat Korea Selatan

Baca: Cerita Jokowi dan Presiden Korsel Beli Batik di Bogor Trade Mall, Tapi Lupa Bayar. Begini Faktanya

Namun, saat itu Park menolak mundur dan hanya menawarkan permintaan maaf serta membantah telah melakukan kesalahan.

Tiga bulan kemudian, delapan anggota Mahkamah Konstitusi Korsel secara bulat memutuskan Park harus diturunkan dari jabatannya.

Setelah dicopot dari jabatannya, tak lama kemudian Park dijerat sejumlah dakwaan hukum dan kemudian ditahan.

Park adalah putri mantan presiden Park Chung-hee yang berkuasa pada 1961 dan tewas dibunuh delapan tahun kemudian.

(kompas.com/Ervan Hardoko)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengadilan Putuskan Mantan Presiden Korsel Bersalah dalam Kasus Suap"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved