Pernah Rasakan Manfaat 'Cuci Otak' dr Terawan, Wapres Jusuf Kalla Minta Pemecatannya Ditinjau

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta keputusan pemberhentian sementara dokter Terawan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) dikaji ulang.

Pernah Rasakan Manfaat 'Cuci Otak' dr Terawan, Wapres Jusuf Kalla Minta Pemecatannya Ditinjau
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (19/12/2017). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta keputusan pemberhentian sementara dokter Terawan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) dikaji ulang.

Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dianggap Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) melakukan pelanggaran etika kedokteran.

"Lebih baik (diselesaikan) di internal, dikaji (ulang) dengan baik," kata Kalla di Markas Palang Merah Indonesia, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Kalla sendiri mengaku pernah menjadi pasien Terawan. Bahkan, ada juga menteri lain di kabinet yang menjadi pasien dokter ahli radiologi tersebut.

"Tadi kami rapat kabinet terbatas, ada 10 menteri. Saya tanya berapa yang (pernah) dirawat dokter Terawan. Dari 10 (menteri) itu, (ada) enam termasuk saya," ungkap Kalla.

Oleh karena itu, Kalla meminta keputusan IDI tersebut dikaji ulang.

Sebab, sudah banyak orang yang mendapatkan manfaat dari terapi cuci otak untuk penyembuhan penyakit stroke yang dilakukan Terawan.

Baca: Dokter Terawan: Sebagai Seorang TNI, Saya Tidak Pernah Mau Mengiklankan Diri

Baca: Prabowo Kuat 5 jam Pidato karena Pernah Diterapi Dokter Terawan. Dia Aset Bangsa!

Baca: Ibas Yudhoyono Bela Mayjen TNI Terawan. Dia Bilang Pemecatan Itu: Sungguh Terlalu!

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help