Kasus Pungli DLH Batam, Jaksa Tuntut Dendi Purnomo Penjara 15 Bulan!

Jaksa menuntut Dendi Purnomo, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam dalam kasus pungutan liar. Ini alasan jaksa Kejati Kepri!

Kasus Pungli DLH Batam, Jaksa Tuntut Dendi Purnomo Penjara 15 Bulan!
TribunBatam/Wahib Waffa
Sidang tuntutan kasus pungli Dinas Lingkungan Hidup Batam dengan terdakwa Dendi Purnomo, mantan Kepala DLH Batam, Senin (9/4/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Setelah sempat ditunda, Senin (9/4/2018) sidang tuntutan kasus pungli Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan terdakwa Dendi Purnomo dilaksanakan.

Jaksa penuntut Kejati Kepri menuntut terdakwa hukuman penjara selama 15 bulan. Sekitar pukul 14 .00 WIB, Dendi datang menggunakan mobil tahanan Kejati Kepri. Tak lama menyusul JPU yang akan membacakan tuntutan. Menggunakan baju batik lengan bercorak hitam kolaborasi kuning ini, ia nampak tenang.

Baca: Benarkah Bercinta di Kamar Hotel Lebih Menggairahkan? Begini Hasil Surveinya!

Baca: Polisi Ringkus Pembunuh Tentara di Hutan! Banyak Luka Sabetan Sajam di Tubuh Korban!

Baca: Terungkap! Inilah 7 Teknik Selamatkan Diri dari Serangan Hewan Buas! Nomor 2 Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Golongan Darah Mencerminkan Kepribadian Anda! Golongan Darah Ini Paling Mengejutkan!

Sesekali ia menyapa orang-orang yang dikenalinya Di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang. Keluarga pun nampak setia menunggu Dendi. Pada kesempatan sidang sebelumnya ia juga selalu ditemani oleh anak istri dan kerabat dekatnya.

"Ayo pak mulai sidang," kata pengawal tahanan dari pihak kejaksaan kepada Dendi. Dendi pun duduk dan mendengarkan kata demi kata yang dilontarkan oleh (JPU) saat menyampaikan tuntutanya. Tiba saatnya yang ditunggu oleh Dendi Purnomo. Ia begitu serius mendengarkan poin penting dalam tuntutan yang diterimanya.

"Meminta kepada majelis hakim untuk memberikan kurungan penjara kepada terdakwa Dendi Purnomo dengan hukuman satu tahun tiga bulan penjara," kata JPU Fahmi Ari Yoga membacakan tuntutan di hadapan ketua majelis hakim yang dipimpin  Eduart Sihaloho dengan anggota Corpioner dan Joni Gultom.

Selain tuntutan tersebut Dendi juga dikenakan denda Rp 50 juta dan subsider 1 satu bulan penjara. Dalam tuntutannya, Dendi dinyatakan bersalah setelah terbukti dalam fakta persidangan dan keterangan para saksi

Dendi menerima uang senilai Rp 25 juta dari Amirudin Direktur PT Telaga Biru dalam pengurusan berita acara pembuatan tank cleaning yang diajukan Amirudin kepada DLH kota Batam.

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 5 ayat 2 undang-undang nomor 20 tahun 2001 sebagaimana perubahan nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," ungkapnya.

"Sementara barang bukti uang senilai 25 juta dari tangan terdakwa Dendi dan uang senilai 10 juta dari tangan Amirudin yang rencananya akan diberikan kepada Hasbi Kasi pengawasan DLH dan Masrial dirampas untuk negara," tuturnya

Pekan depan Dendi pun akan menggunakan haknya untuk mengajukan pledoi. Kasus ini merupakan Operasi Tangkap Tangan Polda Kepri kepada dua orang Dendi Purnomo dan Amirudin di rumah Dendi Purnomo yang berada di kota Batam.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help