Ujian Nasional di SMAN 1 Bintan Masih Secara Manual! Ada Peserta Jatuh Pingsan!

Ujian nasional di SMAN 1 Bintan masih secara manual akibat jumlah komputer belum memadahi. Seorang peserta sakit dan jatuh pingsan!

Ujian Nasional di SMAN 1 Bintan Masih Secara Manual! Ada Peserta Jatuh Pingsan!
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Suasana UNBK di SMKN 1 Bintan Timur, Senin (2/4/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Ratusan siswa peserta Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Toapaya meninggalkan gedung sekolah sambil menggengam papan ujian, Senin (9/4/2018) siang, pukul 13.00 WIB.

UN di sekolah tersebut berlangsung lebih kurang dua jam, dimulai pukul 10.30 dan berakhir pukul 12.30 WIB.

Baca: Benarkah Bercinta di Kamar Hotel Lebih Menggairahkan? Begini Hasil Surveinya!

Baca: Terungkap! Inilah 7 Teknik Selamatkan Diri dari Serangan Hewan Buas! Nomor 2 Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Golongan Darah Mencerminkan Kepribadian Anda! Golongan Darah Ini Paling Mengejutkan!

Baca: Inilah Fakta Mengejutkan di Balik 6 Bentuk Kuku Jari Anda! Nomor 2-3 Mengagetkan!

Amatan Tribun, suasana UN berlangsung dalam pengawasan ketat pengawas ujian. Ada lima kelas yang dipakai sebagai ruang ujian. Per kelas diawasi oleh dua orang guru dari sekolah lain.

Saking ketatnya pengawasan UN, Tribun hanya bisa diperbolehkan mengambil gambar dari kejauhan. Di lokasi juga standby seorang personel polisi dari Polsek Gunung Kijang.

"Mohon maaf, pak, ini himbauan dari kepala dinas Provinsi Kepri agar selama UN berlangsung tidak boleh ada yang mendekat selain pengawas, pun dengan media," ujar Pittanauli, sekretaris panitia UN SMAN 2 Toapaya.

Data Panitia UN, ada 140 siswa yang mengikuti UN. Dipastikan, semuanya hadir. Satu siswa disebutkan menyelesaikan ujian lebih cepat dari siswa lain karena sempat pingsan di kelas.

Seorang siswi di SMAN 1 Toapaya memungut peralatan UN nya yang jatuh usai pulang sekolah
Seorang siswi di SMAN 1 Toapaya memungut peralatan UN nya yang jatuh usai pulang sekolah (tribunbatam/aminnudin)

"Ada satu siswi kita, ujiannya lebih cepat selesai, hanya sejam saja, karena yang bersangkutan sakit, sampai pingsan. Saat ini dia di dalam ruang kepsek,"kata Pittanauli.

Dipastikan juga dia, tidak ada problema kebocoran soal UN seperti yang pernah heboh waktu pelaksanaan UN SMK di Batam. Lembaran UN yang merupakan rahasia negara kata dia disimpan seaman mungkin di kantor Polsek Gunung Kijang.

Pihak sekolah mengambilnya bila ujian akan dilangsungkan sejam lagi. "Kita ambilnya di Polsek, karena lembaran UN disimpan di sana. Begitu setiap hari, setiap jam 9 pagi. Jadi bisa dijamin tidak ada kebocoran soal seperti yang Anda tanyakan itu,"kata Pittanauli.

SMA 1 Toapaya masih menggunakan model UN manual. Seorang guru memberitahu, hingga saat ini sulit menerapkan sistem komputerisasi UN di SMA Toapaya.

Pasalnya jumlah siswa banyak sementara peralatan komputer kurang memadai. "Jumlah siswa kita banyak, sementara fasilitas lab komputer kurang memadai,"katanya.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help