Inilah 4 Kunci Utama agar Koperasi Zaman Now Sukses Berkembang di Era Milenial

Era digital memberikan tantangan tersendiri bagi perkembangan koperasi. Untuk itu ada empat pilar agar sukses di era milenial.

Inilah 4 Kunci Utama agar Koperasi Zaman Now Sukses Berkembang di Era Milenial
Istimewa
Ilustrasi Koperasi

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Era digital memberikan tantangan tersendiri bagi perkembangan koperasi.

Untuk itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko paparkan adanya empat pilar untuk koperasi di era milenial.

"Prof. Yuyun Wirasasmita menyampaikan bahwa ide dasar pengembangan koperasi harus dimulai dari feel need atau kebutuhan anggota koperasi yang sifatnya permanen bukan sementara, yang dapat diusahakan pemenuhannya oleh koperasi," ujar Agung dalam siaran pers pada Selasa (10/4/2018).

Ini merupakan kunci sukses koperasi yang dicintai anggota, sebab koperasi mampu mendorong partisipasi yang loyal dari anggotanya.

Sedangkan loyalitas anggota memodali dan menggunakan usaha koperasi yang mendatangkan keuntungan untuk kesejahteraan bersama.

Baca: Saat Geledah Tempat Penyimpanan Barang Curian Milik Oknum Satpol PP, Polisi Batam Temukan Senjata

Baca: Telat Diantarkan ke PN Batam, Dua Terpidana Lapas Barelang Ini Gagal Hadari Sidang PK Mereka

Baca: Limbah Minyak Diduga dari Pembersihan Kapal Cemari Pulau Kubung, Ini yang Dilakukan Lanal Batam

Kedua, posisi anggota koperasi yg strategis dengan duel identity.

Anggota koperasi adalah pemilik yang berkewajiban memberikan modal untuk usaha koperasi, sekaligus sebagai pelanggan usaha koperasi.

"Sebab koperasi bertugas memenuhi kebutuhan bersama secara gotong-royong. Kelemahan saat ini gerakan koperasi Indonesia belum membangun economic community yang menempatkan anggota pada peran ganda tersebut," jelas Agung.

Tiga, cooperative effect, konsep koperasi mengajarkan bahwa berkoperasi akan memberikan nilai lebih akan pelayanan dan penyediaan kebutuhan anggota yang murah, tepat, cepat dan berkualitas.

Hal ini bisa dicapai oleh koperasi jika terbangun komitmen kuat anggota secara bersama membangun pemenuhan kebutuhan econominya secara gotong-royong.

"Terakhir, pendidikan perkoperasian kepada anggota, untuk membangun kebersamaan dalam pemenuhan ekonomi diperlukan satu komitmen di koperasi yaitu koperasi mampu menyediakan kebutuhan anggota dengan nilai tambah yang tinggi," tutur Agung.

Menurut Agung, konsep membiayai bersama (joint financing), membeli bersama (joint buying) dan menjual bersama (joint selling) harus bisa dilakukan di koperasi. (kontan/Maizal Walfajri) 

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help