Sosialisasi Reformasi Agraria di Bintan Banjir Peminat! Terungkap Alasan Sebenarnya!

Sosialisasi reformasi agraria di Bintan mendapat sambutan hangat. Peserta bersemangat mendapatkan informasi penting soal ini!

Sosialisasi Reformasi Agraria di Bintan Banjir Peminat! Terungkap Alasan Sebenarnya!
tribunbatam/aminnudin
Suasana antrean pengambilan setifikat Prona di GOR Lebar Lemang Daun Kijang, Kamis (28/3/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Sosialisasi program reformasi agraria di CK Hotel Tanjungpinang, Selasa (10/4/2018) disambut antusias peserta.

Tema sosialiasi adalah Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan Dalam Rangka Penyediaan Tanah sebagai Sumber Objek Reforma Agraria Perpres No 88 Tahun 2017). Sejumlah peserta adalah camat, lurah, kades di Bintan dan Tanjungpinang.

Baca: Beginilah 3 Cara Mudah Mengubah Status Sertifikat Hak Guna ke Hak Milik! Nomor 1 Penting!

Baca: Warga Kijang Berdesakan Antre Mengambil Sertifikat Prona di GOR Antam! Kapan Tanjungpinang?

Baca: Mencekam! Kisah Kapal Selam TNI AL Cegat Iring-Iringan Armada Kapal Induk Inggris di Lautan!

Baca: Terungkap! Golongan Darah Mencerminkan Kepribadian Anda! Golongan Darah Ini Paling Mengejutkan!

Sosialisasi ini dinilai para camat, lurah dan kades penting sebab akan menentukan nasib sejumlah kawasan terutama yang sudah dimukimi alias dijadikan tempat tinggal yang ternyata masih banyak berstatus hijau dalam peta indikatif.

Warna hijau dalam peta indikatif menandakan bahwa daerah tersebut termasuk diantaranya hutan lindung, sampai dengan konservasi. Status ini tentu akan menyulitkan penerbitan sertifikat tanah serta menjalankan program pengembangan ekonomi warga.

Camat Bintan Pesisir Zulkhairi menyebutkan, di 4 desa yang dia pimpin, sejumlah daerah permukiman masih banyak yang berstatus hijau alias hutan. Lucunya, area eksplorasi tambang baik legal maupun ilegal malah setelah petanya dibuka justru masuk kategori putih alias bukan hutan.

"Saya katakan, alhamdulillah, berkat sosialisasi ini, Kepres No 88, terjawablah sudah. Dan kita memang menunggu Juknis (Petunjuk Teknis) yang dikeluarkan dari kementerian perekonomian berkenaan kegiatan inventarisir, ferivikasi reforma agraria,"kata Zulkhairi.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help