Pengakuan TB, Korban Miras Oplosan yang Panik Saat Tahu Puluhan Orang Tewas

TB (18) hanya bisa mengernyitkan dahi menahan sakit kepala hebat akibat menenggak minuman keras oplosan.

Pengakuan TB, Korban Miras Oplosan yang Panik Saat Tahu Puluhan Orang Tewas
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
TB (18) salah seorang korban miras oplosan saat memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (11/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - TB (18) hanya bisa mengernyitkan dahi menahan sakit kepala hebat akibat menenggak minuman keras oplosan.

Nasib TB lebih beruntung daripada 31 korban miras oplosan yang meregang nyawa di wilayah Cicalengka.

TB yang tercatat sebagai warga Kampung Cibeneur, Cicalengka, Kabupaten Bandung itu berkisah, Jumat (6/4/2018) malam, ia menggelar pesta miras bersama sejumlah rekannya di pinggir Jalan Raya Cicalengka.

Bersama rekannya, ia membeli sejumlah botol miras yang biasa disebut ginseng. Saat itu, tak ada gejala apapun yang ia rasakan selain pusing karena mabuk.

Namun, tiga hari berselang atau Senin (9/4/2018), ia merasakan sakit kepala hebat disertai mual dan muntah.

Ia pun panik sebab di saat bersamaan korban tewas akibat miras oplosan mulai berjatuhan.

"Saya beli minumannya di Nagreg. Gejalanya mulai kerasa hari Senin. Rasanya pusing, muntah, mual-mual," kata TB saat ditemui di RSUD Majalaya, Rabu (11/4/201).

Baca: NGERI! Miras Oplosan di Jawa Barat dan Jakarta Sudah Tewaskan Lebih dari 60 Orang

Baca: NGERI! 28 Pemuda Tewas Gegara Tenggak Miras Oplosan. Nyawa Melayang Sia-sia

Rabu pagi, TB memeriksakan diri ke RSUD Cicalengka. Oleh perawat, ia mengaku diberi cairan infus.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved