Kepala BNN Kepri ke Anambas, Jelaskan Soal Metode Rehabilitasi Penarkoba!

Kepala BNN Provinsi Kepri ke Anambas. Benarkah penarkoba bisa kambuh meski direhabilitasi? Ini jawabannya!

Kepala BNN Kepri ke Anambas, Jelaskan Soal Metode Rehabilitasi Penarkoba!
Tribun/Septyan Mulia Rohman.
Kepala BNNP Kepri, Richard M Nainggolan saat memberikan materi tentang penyuluhan penyalahgunaan Napza dan pergaulan bebas kepada pelajar di BPMS Kamis (12/4/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Kepala Badan Narkotika Nasional ‎Provinsi (BNNP) Kepri Richard M Nainggolan mengatakan, tidak ada jaminan bila orang yang sudah direhabilitasi tidak akan kembali lagi bersentuhan dengan narkoba.

Metode rehabilitasi berkelanjutan pun, diakuinya menjadi salahsatu solusi dengan tujuan mantan pengguna dapat pulih, produktif serta dapat berfungsi sosial di masyarakat.

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Bagian Tubuh Ayam Paling Berisiko! Jangan Dimakan Terlalu Sering!

Baca: Mencekam! Kisah Kapal Selam TNI AL Cegat Iring-Iringan Armada Kapal Induk Inggris di Lautan!

Baca: Terungkap! Golongan Darah Mencerminkan Kepribadian Anda! Golongan Darah Ini Paling Mengejutkan!

"Itu memang benar. Tapi bukan berati tidak bisa, ya. Yang paling efektif sebenarnya mencegah. ‎Kalau kalau sudah terkena tidak ada jaminan. Hanya tidak ada jaminan kalau dia tidak akan kembali lagi.

Makanya, nomenklatur yang kami gunakan bukan sembuh. Tapi pulih," ujarnya kepada Tribun usai memberikan materi tentang penyuluhan penyalahgunaan Napza dan pergaulan bebas di kalangan remaja di BPMS Kamis (12/4/2018).

‎Ia menjelaskan, bila sebelumnya mantan pengguna hanya selesai setelah melakukan rehab, kini pihaknya memiliki program terhadap mantan pengguna paska rehab dengan harapan dapat kembali produktif dan diterima di masyarakat.

Richard menjelaskan, selama ini mantan pengguna cenderung kembali ke komunitasnya karena tidak produktif dan tidak berfungsi secara sosial.

‎Ia mengatakan, meski jumlah pengguna penyalahgunaan narkoba di Kepri cenderung menurun berdasarkan penelitian tahun 2017, namun angka penyalahgunaan kategori coba pakai cenderung mengalami peningkatan.

Kategori narkoba yang dikonsumsi oleh pengguna pun, diakuinya masih menggunakan jenis lama mulai dari ekstasi, sabu-sabu dan ganja. "Kalau penelitian 2014 itu angka kita 40 ribu. Sekarang hampir 30 ribu. Cenderung menurun," ungkapnya.

Berkaitan dengan rehabilitasi, Kepri pun diakuinya memiliki fasilitas yang terbilang lengkap, dimana Batam sudah memiliki loka atau balai rehabilitasi untuk rawat inap. ‎Pihaknya juga mengklaim fasilitas kesehatan untuk rawat jalan, salahsatunya di Anambas.

"Fasilitas kesehatan untuk rawat jalan juga sudah ada. ‎ Jadi ada Puskesmas di Tarempa yang sudah mendapat pelatihan serta rujukan juga bisa melakukan rehabilitasi rawat jalan. Artinya untuk rawat inap sudah memiliki fasilitas memadai. Di daerah bisa rawat jalan. ‎Kalau untuk rawat inap bisa di Batam," ungkapnya. (*)

Tags
BNN
Anambas
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved