Pedagang di Pasar Barek Motor Bintan Ngaku 'Teruk' Jualan Sekarang: 'Tanggal Muda pun Tetap Sepi'

"Teruklah..." Kalimat itu terlontar di mulut Usman, pedagang di Pasar Baru Barek Motor Kijang, Bintan, saat ditanya tentang hasil jualannya saat ini.

Pedagang di Pasar Barek Motor Bintan Ngaku 'Teruk' Jualan Sekarang: 'Tanggal Muda pun Tetap Sepi'
tribun batam
pedagang di Pasar Baru Barek Motor Kijang, Bintan, Jumat (13/4/2018). 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - "Teruklah..." Kalimat itu terlontar di mulut Usman, pedagang di Pasar Baru Barek Motor Kijang, Bintan, saat ditanya tentang hasil jualannya saat ini, Jumat (13/4/2018) siang.

Usman yang juga pengurus koperasi pengelola pasar tersebut mengaku daya beli masyarakat di pasar tempatnya berdagang sangat berkurang selama dua bulan terakhir ini.

Tanggal muda atau awal bulan yang biasanya menjadi momen paling ditunggu-tunggu pedagang, kini tak mampu mengangkat penjualan mereka.

"Biasanya tanggal muda yang paling kita tunggu karena biasanya ada peningkatan orang belanja ke pasar, tapi dua bulan ini kok lain ya, sepi. Istilah kita teruklah,"kata Usman.

Berkaca pada sepinya pasar pada tanggal muda, Usman memprediksi, awal Ramadan 2018 ini akan sedikit berbeda dengan Ramadan sebelum-sebelumnya. Dia memperkirakan, Ramadan tahun ini mungkin akan menjadi Ramadan yang cukup sepi di pasar.

"Kita lihat saja dua bulan ini, dua kali tanggal muda, kondisi gitu-gitu saja,"katanya.

Kondisi daya beli yang turun tak hanya keluar dari mulut Usman. Pun pedagang lain di dalam komplek pasar.

Harga sejumlah kebutuhan pangan, seperti sayur mayur di pasaran masih terpantau normal.

Memang ada beberapa barang yang memang sempat merangkak naik beberapa bulan lalu dan belum normal.

Beberapa di antaranya bawang putih, yang sempat naik di angka Rp 20 ribuan kemudian turun di angka Rp 16.000 per Kg.

"Harga normalnya bawang putih Rp 10.000 per Kg,"kata Nengsih, pedagang lainnya.

Harga cabai merah, komoditas andalan di Barek Motor masih dijual Rp 46.000 ribu. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help